Bupati Tapsel Usung Kearifan Lokal Dalihan Natolu Hijau untuk Akselerasi SDGs 2030

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terpilih sebagai lima besar kabupaten pada ajang I-SIM 2026.

Capaian ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable Development Goals/SDGs).

Hal tersebut disampaikan Bupati pada Kamis, 5/11/2026 di ruang rapat Bupati saat memaparkan program unggulan Tapsel dalam Verifikasi I-SIM 2026. Dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda H. Sofyan Adil Siregar, Asisten, Staf Ahli Bupati, sejumlah Pimpinan OPD bersama tim verifikator dan NGO.

Bupati menjelaskan keikutsertaan Kabupaten Tapsel pada Tahapan Penilaian lanjutan dalam penganugrahan SDGs Action Award Tahun 2026 merupakan kesempatan untuk mengenalkan Program Unggulannya dengan memperkenalkan Dalihan Na Tolu Hijau untuk Akselerasi Pencapaian SDGs 2030.

Membangun dari Desa, Menjaga Hutan, Meningkatkan Kesejahteraan dengan Filosofi dan Fondasi Gerakan Dalihan Natolu Hijau semangat saling menghormati bekerjasama, dan bertangungjawab menjaga alam serta kesejahteraan bersama. Merupakan Langkah konkrit pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya paska bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Tapanuli Selatan pada November 2025.

Baca juga:  Bukan Hanya Tilang, Satlantas Polres Tapsel Bagikan Helm SNI dan Edukasi Keselamatan Berkendara

Lebih lanjut Bupati menyebutkan, Dalihan Natolu Hijau yang dimaksud adalah Harmoni adat, Alam, dan Ekonomi dalam Aksi nyata pembangunan berkelanjutan. Menghidupkan kearifan lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati, memulihkan ekosistem memperkuat gotongroyong, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Empat Praktik Baik Dalihan Natolu Hijau yang masih terjaga hingga saat ini pertama Marsialap Ari Gotong Royong untuk Alam, Warisan Gotong Royong Lintas Generasi seperti Durian yang ditanam masyarakat secara bergotong Royong dan pada masa buah boleh dinikmati siapa saja. Praktik kearifan lokal dengan menanam beragam komoditas dalam satu lahan seperti Kakao, buah buahan, holtikultura dan rempah mendukung keanekaragaman hayati, ketahan pangan, dan ekonomi masyarakat.

Yang selanjutnya pemulihan koridor satwa melalui penanaman tanaman hutan dan buah seperti durian aren manggis dan lainnya, menyediakan pakan satwa tanpa saling menganggu.

“Nilai-nilai yang dipesankan para leluhur kami di Tabagsel ini sesungguhnya luar biasa. Termasuk semangat gotong royong, musyawarah bersama, dan pembagian peran yang jelas. Inilah kekuatan yang harus kita hidupkan kembali agar pembangunan memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Waspadai Modus Narkoba Berkedok Rokok Elektrik, JMSI Tabagsel Desak 5 Polres Perketat Pengawasan Vape

Ditempat terpisah di Desa Luat Lombang Dusun Hutaimbaru dalam acara Soft Launching Areal Lintasan Satwa dihadapan masyarakat, Bupati juga meminta semua pihak supaya saling bekerjasama dalam memperhatikan hutan dan kelestarian lingkungan dan khususnya kawasan hutan Batang Toru yang memiliki fungsi strategis sebagai kawasan konservasi, daerah tangkapan air, serta habitat satwa langka, termasuk orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang jumlahnya sudah kurang dari 700 individu.

Desa luat lombang dusun Hutaimbaru juga memiliki posisi penting karena berada di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Batang Toru dan menjadi bagian dari koridor ekosistem yang menghubungkan kawasan hutan di wilayah barat dan timur. Karena itu, pelestarian hutan dinilai bukan semata-mata persoalan lingkungan, melainkan juga upaya menjaga sumber kehidupan, mengurangi risiko bencana, dan melindungi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Bupati juga turut mendorong pengembangan pendekatan berbasis data dan teknologi, termasuk pemanfaatan pemetaan digital, citra satelit, serta penghitungan potensi cadangan karbon. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perencanaan konservasi, membuka peluang ekonomi hijau, dan mendukung komitmen Indonesia dalam pengendalian emisi karbon.

Baca juga:  Peresmian Gerai Samsat Sipagimbar: Pelayanan Semakin Dekat, Pembangunan Semakin Merata

Mantan Anggota DPRI Komisi VII itu, mengingatkan program Dalihan Na Tolu Hijau juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti kopi, kakao, dan kelapa. Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, pengolahan, penguatan merek, akses pasar, hingga terbukanya peluang ekspor.

“Pengembangan ekonomi di masyarakat harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan Ekosistem Batangtoru dan habitat satwa. Dengan harapan kita kedepan masyarakat bisa sejahtera dan lingkunganpun lestari,” tuturnya.

Tim dari Bappenas, Dr. Muhrina Sari Hsb., S.Hut., M.Si., juga mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Tapanuli Selatan masuk dalam lima besar kabupaten pada ajang I-SIM 2026.

Menurutnya, masuknya Tapanuli Selatan dalam lima besar tingkat kabupaten menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki program yang dinilai relevan dan potensial dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).(SN02)

Berita Terkait

Sinergi Pemkab dan Ormas Islam, Kunci Pemulihan Pascabencana dan Bangkitnya Ekonomi Tapsel

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan  — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab...

Wabup Atika Resmi Buka Porsadin VII Madina, Diikuti 430 Peserta dari 14 Kecamatan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Wakil Bupati (Wabup) Atika Azmi Utammi...

Hasil Panen Puluhan Ton Setiap Minggu, Jalan Produksi di Madina Rusak, Petani Perbaiki Secara Swadaya

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Potensi pertanian dan perkebunan di...

Posko Bencana Kebakaran Kelurahan Kantin Resmi Ditutup, Seluruh Bantuan Diserahkan Langsung kepada Korban

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Masa tanggap darurat pascakebakaran di Kelurahan...

Di Balik Viral Foto AI Gaya 80-an: Ada Konsumsi Air dan Listrik Membengkak

SumutNews.co, Jakarta — Tren mengubah foto diri menjadi potret...

Berita Terbaru