Sebentar Lagi Jokowi Rontok

SUMUTNEWS.CO – Opini | Semangat perubahan di kalangan rakyat sudah mulai merata. Keberanian untuk menyatakan bahwa pemerintahan ini lemah, otoriter, bahkan bobrok sudah tumbuh. Gumpalan perlawanan politik mulai terbentuk. Seruan agar Jokowi mundur akan terus bergaung.

Pemerintahan Jokowi bakal sulit bertahan karena jika rakyat sudah berteriak tak akan ada kekuatan yang mampu meredam. Semua pendukung termasuk elit kekuasaan akan berlompatan menyelamatkan diri. Mencari sekoci sendiri-sendiri.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan menjadi “trigger” perubahan. Kumpulan tokoh yang bersatu menyerukan kebenaran dan keadilan akan menumbuhkan kepercayaan rakyat untuk membebaskan diri dari belenggu ketidakberdayaan dan keterpinggiran. Ada harapan baru yang dapat digantungkan. Kebersamaan dan konsolidasi kekuatan yang efektif dan efisien mulai terbentuk.

Baca juga:  MERAWAT SUMPAH PEMUDA DIERA DISRUPSI

Momentum perubahan segera datang. Dari aspek spiritualitas itu dinamakan “ajal telah tiba” sebagaimana Qur’an mengingatkan “idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta’khiruuna saa’atan wa laa yastaqdimuun”–Jika momen telah tiba, maka tak ada yang mampu mempercepat atau mengundurkan (QS Al Al’raf 34). Inilah yang dalam bahasa Konstitusi “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa” yang kemudian menyebabkan “rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Seorang Jokowi sebagaimana penguasa-penguasa lainnya akan gentar jika teriakan terus menggema. Konsekuensi pilihan hanya dua yaitu mempertahankan singgasana dengan segala cara melalui pengerahan kekuatan represif atau menyerah mengalah demi keselamatan bersama. Pilihan kedua lebih arif. Langkahnya adalah mengundurkan diri walau dengan terpaksa.

Baca juga:  Rezeki Barokah dan Cepat Berlimpah Tertunda Turun? Waspadai Beberapa Dosa Ini

Pukulan telah berulang ulang baik “jab jab” maupun “hook”. Kebijakannya elitis tidak populis. Ketika populis pun ternyata bermotif pencitaan. Tinggal menunggu langkah “blunder” yang emosional agar rakyat melepaskan pukulan “upper cut” yang menggoyahkan. TKO atau KO.

Jokowi pun rontok dan rakyat bernafas lega. Selanjutnya merencanakan pemulihan untuk masa depan yang lebih baik.

Baca juga:  Menggugat Kompas yang Patah: Panggilan Sumpah Pemuda 2026 untuk Merebut Kembali Arah Bangsa

17 Agustus adalah hari kemerdekaan kita. 18 Agustus adalah hari kelahiran ideologi dan konstitusi kita.
Mari bersama-sama menyelamatkan Indonesia. Jangan biarkan rakyat dijajah oleh pemimpin dari bangsanya sendiri.

AllahuAkbar-Allahu Akbar.

Merdeka !

Bandung, 15 Agustus 2020

M. Rizal Fadillah
Penulis merupakan Pemerhati Politik dan Kebangsaan

 

Editor: Why

Berita Terkait

Miskin Harta, Gundah Hati: Apa yang Perlu Anda Periksa Hai Kaum Muslimin?

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran Ada paradoks yang kerap menghinggapi kehidupan...

Dari Lembar Neraca Menuju Kursi Bupati: Transformasi Kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu untuk Tapanuli Selatan

Sebuah Refleksi 1,5 Tahun Kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu...

Desain Kebun Kopi Agroforestri Yang Adaptif Iklim

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran Praktisi Program Konservasi Alam & Lingkungan...

Merdeka Secara Subtansial

SUMUTNEWS.CO | Setiap kali memasuki 17 agustus 2018, ada...

Perubahan Sosiologi Komunikasi pada Globalisasi

SUMUTNEWS.CO - OPINI | Negara Indonesia adalah negara dengan...

Berita Terbaru