Kebobrokan di Medan Tanggung Jawab Petahana

SUMUTNEWS.CO – Medan | Kebobrokan pembangunan dan kelemahan penataan kota di Medan dalam lima tahun terakhir adalah tanggung jawab petahana. Isu banjir, jalan rusak, kemiskinan dan berbagai keluhan warga tidak terjawab selama kepemimpinan lima tahun terakhir.

Hal itu dipaparkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) Ian Pasaribu dalam bincang-bincang bersama wartawan di Medan, Selasa (6/10). Ian menuturkan bahwa dalam setiap Pilkada di Medan isu banjir, jalan rusak, penataan kota dan kemiskinan selalu dijadikan cerita politik. Namun realisasi yang dirasakan masayarakat hanya sedikit. Karena itu masyarakat menjadi tidak aman sebagai warga kota.

Baca juga:  Pemprov Sumut Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Sepanjang November 2026

“Masyakat takut hujan karena bisa menjadi banjir. Masyarakat takut melintas karena jalan banyak yang rusak. Masyarakat tidak dapat menggunakan fasilitas publik karena banyak yang rusak. Jadi secara umum masyarakat tidak aman. Serta kelemahan ini dapat menjadi isu politik baru saat menjelang Pilkada saat ini,” terangnya.

Ian menambahkan bahwa ada dua hal yang mungkin terjadi atas kekecewaan tersebut. Pertama menurut Ian, masyarakat ragu dengan janji pemimpin saat ini serta pesimis dengan janji calon pemimpin baru. Hal itu akan menimbulkan lahirnya niat untuk tidak menggunakan suara dalam pemilihan kepala daerah. Selanjutnya yang kedua masyarakat akan mencari janji yang rasional dan tidak muluk – muluk. Serta akan menggunakan suara untuk perubahan.

Baca juga:  Wagub Surya Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

“Keyakinan masyakarat untuk menggunakan suara itu didasari dua hal. Pertama petahana mampu meyakinkan publik untuk perbaikan dan meminta kesempatan dari warga untuk menata Medan lebih baik. Atau yang kedua Masyarakat akan menggunakan suara sebaik mungkin memenangkan pendatang baru karena tidak yakin dengan janji petahana,” ungkapnya.

Ian menambahkan bahwa saat ini masyarakat juga dihadapkan pada kegamangan. Karena masing-masing calon terbatas dalam mensosialisasikan program. Hal itu disebabkan PKPU yang terbaru teekait aturan kampanye di masa pandemi. “Jadi ini juga mempersulit masyarakat untuk mengenal calon yang tepat. Dengan kata lain, pemain dalam Pilkada saat ini harus mampu masuk menembus pendengaran warta untuk menyampaikan visi dan misi dalam membangun Medan lebih baik dengan cara yang baik juga,” jelasnya.

Baca juga:  INALUM Kembangkan Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium

Editor: ARI

Berita Terkait

PKS Siap Sumbangkan 3,5 Juta Suara untuk Bobby-Surya di Pilgub Sumut

Medan | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara menyatakan...

Baksos di Medan Amplas, KNPI Ajak Emak-emak Pilih Bobby – Aulia

SUMUTNEWS.CO - Medan | Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi...

Dukung Pemberdayaan UMKM Di Kawasan Wisata Kabupaten Batu Bara, INALUM Berikan Bantuan Usaha

SUMUTNEWS.CO, Batu Bara - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)...

DPC PPP Labuhanbatu Desak Pemkab Tarik Aset dari Eks Bupati Andi Suhaimi

Rantauprapat – Ketua DPC PPP Labuhanbatu Muniruddin.SAg, mendesak Pemerintah...

Kafilah Sumut Mulai Bertanding, Ini Cabang Berpeluang Mendulang Emas di MTQN

SUMUTNEWS.CO - Padang | Setelah resmi dibuka oleh Presiden...

Berita Terbaru