Jakarta, SUMUTNEWS.CO – Polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas menyusul beredarnya potongan percakapan pesan singkat yang memicu spekulasi liar terkait kondisi kesehatan sang pengusaha. Isi pesan tersebut menjadi pemicu munculnya berbagai asumsi di ruang publik, mulai dari dugaan penyakit hingga tudingan yang menyeret kehidupan pribadi lainnya.
Kontroversi ini mencuat setelah kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, tampil dalam wawancara di kanal podcast Denny Sumargo yang tayang pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Minola memamerkan sejumlah bukti percakapan yang disebut sebagai komunikasi antara kliennya dengan Sarwendah.
Salah satu cuplikan pesan yang menjadi sorotan publik berbunyi: “Ayah sudah tidak mengonsumsi obat HIV lagi? Aku hanya khawatir. Jika sudah tidak minum, apakah ada hal-hal yang perlu kami perhatikan demi keamanan dan kesehatan anak-anak?”
Unggahan itu langsung menyebar luas dan memicu berbagai dugaan, mulai dari anggapan Ruben mengidap HIV, hingga kaitan dengan rumor orientasi seksual dan perselingkuhan yang sebelumnya sempat beredar.
Menanggapi hal tersebut, Minola menegaskan tuduhan terkait penyakit berinisial tiga huruf itu bukanlah hal pertama yang dialami Ruben. Selama ini, kata dia, kabar serupa sering dilontarkan tanpa pernah disertai bukti medis yang sah.
“Ruben itu pernah bilang sering disebut terkena penyakit tiga huruf tersebut, tanpa ada bukti medis yang bisa memvalidasi tuduhannya,” ujar Minola.
Ia pun meluruskan makna kalimat soal “obat HIV” dalam percakapan itu. Menurutnya, Ruben sama sekali tidak pernah mengonsumsi obat untuk penyakit tersebut. Obat yang dimaksud dalam pesan itu sebenarnya adalah suplemen kesehatan yang dibelikan oleh adik kandung Sarwendah.
Untuk menepis segala spekulasi, pihak kuasa hukum meminta Ruben menjalani pemeriksaan kesehatan di laboratorium ternama pada 25 Juli 2026. Hasilnya, status HIV Ruben dinyatakan non-reaktif.
“Hasil tes untuk HIV non-reaktif. Artinya, klien kami tidak mengidap penyakit seperti yang dituduhkan dan dipertanyakan publik. Jadi jangan lekas percaya pada percakapan yang hanya dari satu sumber saja,” tegas Minola.
Selain hasil laboratorium, pihaknya juga menyimpan rekaman visual berupa foto dan video saat proses pemeriksaan berlangsung di kediaman Ruben.
Minola mengungkapkan, awalnya Ruben enggan menjalani tes tersebut. Kliennya berpegang pada prinsip bahwa pihak yang melontarkan tuduhanlah yang seharusnya membuktikan klaimnya. Namun, ia akhirnya berhasil meyakinkan Ruben untuk melakukannya demi meredam keributan yang terus berkembang.
“Kenapa saya meminta Ruben melakukan tes ini? Ruben sebenarnya tidak mau. Dia berprinsip, siapa yang menuduh ya dia yang harus membuktikan. Tapi saya bilang, jangan keraskan hati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Minola menegaskan dokumen hasil tes tersebut akan disiapkan sebagai alat bukti sah jika isu kesehatan kembali diungkit oleh pihak lain, termasuk dalam sidang penentuan hak asuh anak yang sedang berlangsung.
“Kami akan menggunakan hasil tes kesehatan ini sebagai bukti jika isu kesehatan terus diungkit pihak sebelah, termasuk saat persidangan hak asuh anak nanti,” pungkasnya. (*)





Komentar