Jalan Menuju Aek Bilah Dibenahi, Akses Desa Biru Kian Lancar

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini menjadi fokus utama. Upaya ini dinilai sangat krusial guna mendorong kelancaran mobilitas warga, akses pelayanan dasar, serta roda perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Desa Biru. Konektivitas jalan yang baik menjadi kebutuhan mendesak bagi warga, mengingat sebagian besar masyarakat bergantung pada transportasi darat untuk menyalurkan hasil pertanian dan perkebunan ke pusat perdagangan.

Baca juga:  Dinas Pertanian Tapsel Langsung Cek Dugaan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET di Sipirok

Sepanjang tahun 2026, dana APBD Provinsi Sumut tahun 2026, sejumlah proyek infrastruktur terus digulirkan di wilayah tersebut. Salah satunya pembangunan Jembatan Aek Sipange di ruas jalan Sipagimbar, sepanjang 50 meter dengan anggaran sekitar Rp21 miliar.

Jembatan ini akan menjadi penghubung vital yang menyatukan wilayah Tapsel dengan Padang Lawas Utara (Paluta).

Selain jembatan, perbaikan jalan provinsi juga mencakup penanganan ruas sepanjang sekitar 20 kilometer yang melintasi kawasan Arse, Saipar Dolok Hole, hingga Aek Bilah.

Peningkatan ini diharapkan memperkokoh keterhubungan antarwilayah sekaligus memperlancar arus distribusi hasil bumi.

Baca juga:  Apresiasi Pembangunan Jalan Aek Bilah–Simpang Tandosan, Wabup Tapsel Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Sumut

Kondisi jalan yang lebih baik membawa harapan besar bagi warga Desa Biru dan desa-desa sekitar.

Waktu tempuh diprediksi lebih singkat, biaya angkutan menjadi lebih efisien, dan akses ke layanan pendidikan serta kesehatan kian terbuka lebar.

Sebelumnya, ruas Simpang Biru–Aek Jahengna juga telah mendapat penanganan berupa pengaspalan lapis panas atau hotmix, setelah sekian lama dikeluhkan warga karena kerusakan yang cukup parah.

Masyarakat berharap pembangunan tidak berhenti pada jalur utama saja, melainkan menyusul hingga ke akses desa dan sentra produksi pertanian.

Baca juga:  Akses Antar Kelurahan Putus, Pemko Padangsidimpuan Tangani Longsor Sungai Aek Sibontar

Dengan terwujudnya jaringan jalan dan jembatan yang andal, potensi pertanian, perkebunan, serta perdagangan di Aek Bilah diproyeksikan berkembang pesat dan memperkuat ikatan ekonomi antarwilayah di Sumatera Utara bagian selatan. (SN12)

Berita Terbaru

Tiga Ranperda Disahkan, Bupati Padang Lawas: Kemitraan Pemda dan DPRD Wujudkan Tata Kelola yang Lebih Baik

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas — Tiga rancangan peraturan daerah resmi ditetapkan...

Perdana Menteri Anwar Ibrahim Sebutkan Ancaman Aktivitas Intelijen Israel di Thailand: Ancaman Regional

SumutNews.co, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim...

Tembakan Israel di Khan Younis Tewaskan Pemuda, Wanita dan Anak Terluka

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Seorang pemuda Palestina tewas, sementara seorang wanita...

Akses Antar Kelurahan Putus, Pemko Padangsidimpuan Tangani Longsor Sungai Aek Sibontar

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengintensifkan penanganan bencana tanah...

Jejak Harimau Sumatra Terdeteksi di Pinggiran Bangkinang, Warga Diminta Siaga

SUMUTNEWS.CO, Kampar - Warga Kabupaten Kampar diminta meningkatkan kewaspadaan setelah...

Berita Terkait