Api Lahap 9 Rumah di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, Satu Orang Tewas, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar Lebih

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat di Jalan Muhammad Tohir Daulay (eks Jalan Gaharu), tepatnya di belakang SMP Negeri 1 Padangsidimpuan, Lingkungan Wek IV, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Jumat (25/9/2026) dini hari.

Api berkobar sekitar pukul 03.00 WIB dan dengan cepat melalap bangunan semi permanen yang berjejer rapat.

Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia. Korban diidentifikasi sebagai Rahmad Efendi Pulungan (32), warga Jalan Cemara No. 17, Kelurahan Kantin.

Berdasarkan keterangan adik kandung korban, Rahmat Riadi Pulungan, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut dan tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar.

Baca juga:  Kominfo dan Pemko Padangsidimpuan Matangkan Persiapan Peringatan Maulid Nabi di Aula UIN

Api diduga bermula dari rumah milik Rahmat Pulungan, lalu dengan cepat merambat ke rumah-rumah sekitar karena bangunan berjarak sangat dekat dan sebagian berkonstruksi semi permanen.

Akibat kejadian tersebut, 9 unit rumah terbakar total antara lain rumah Masdewi Siregar, Mahrud Harahap, Dasopang, Munadi, Suhena Dalimunthe, Mudah Dalimunthe, Sofyan Siregar, Mariani BTB, dan Salman Harahap.
​
Kemudian, 4 unit rumah terdampak, yakni rumah Jul Fahmi, Nurhasanah, Nur Lela, dan Isman Juang.

Perkiraan kerugian materiil diperkirakan lebih dari Rp2 miliar, dan angka ini masih menunggu verifikasi pendataan resmi.

Kronologi: Warga Berjuang Sebelum Petugas Tiba

Baca juga:  Percepat Pemulihan Pascabencana, Bupati Tapsel Minta Penyuluh Pertanian Turun ke Lapangan

Sekitar pukul 03.00 WIB, warga melihat api telah membesar dari rumah korban. Warga langsung berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya.

Laporan diterima Polres Padangsidimpuan pukul 03.15 WIB, dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 03.20 WIB dengan lima unit mobil damkar.

Api berhasil dikuasai dan dipadamkan sekitar pukul 05.10 WIB.

Fadly, warga setempat menyampaikan keterlambatan kedatangan petugas sempat dirasakan masyarakat.

“Seluruh masyarakat bahu membahu berupaya mengendalikan si jago merah, walau sempat pergerakan dari pemadam kebakaran agak terlambat datang,” ujarnya.

Pihak berwenang mencatat dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan tim INAFIS Polres Padangsidimpuan.

Baca juga:  Lubuk Larangan Warisan Budaya Terancam, Bupati Saipullah: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Ini

Tim INAFIS tiba di lokasi pukul 05.58 WIB dan menangani jenazah korban yang kemudian dibawa ke RSUD sekitar pukul 06.26 WIB.

Camat Padangsidimpuan Utara, Lurah Kantin, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa turun langsung ke lokasi.

Warga yang kehilangan tempat tinggal diperkirakan membutuhkan hunian sementara, kebutuhan pokok, dan bantuan pemulihan pascabencana.

Masyarakat juga berharap pemerintah kota memperhatikan kesiapan fasilitas penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman padat.

Pihak berwenang berjanji terus mendalami penyebab kebakaran sekaligus memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak. (SN12)

Populer Minggu ini

Zelenskyy: Ukraina Resmi Raih Lisensi Rudal Patriot dari AS, Ini Dampak Geopolitiknya

SUMUTNEWS.CO, Medan - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa...

BUKAN HANCUR, CUMA SEDANG DIALIHKAN

Oleh : Moechtar Nasution Forum Lingkar Studi Tulila *   Pernahkah Anda...

Desak Usut Dugaan Penimbunan Solar di Madina, GRIB Jaya: Bisa Dijerat Pasal TPPU Jika Terbukti

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ketua OKK GRIB Jaya Mandailing Natal...

Meski Pendapatan Disesuaikan, Pemkab Madina Tetap Tambah Insentif Guru MDTA dan Pesantren Rp1,09 Miliar

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina)...

Diserang, Arab Saudi Bersama Pakistan dan Turki Matangkan Pakta Pertahanan Bersama

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Panglima angkatan bersenjata dari Arab Saudi,...

Berita Terkait