SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ratusan warga Kelurahan Pasar Kotanopan, tepatnya di kawasan Jambur Tarutung, melakukan aksi membakar tiga unit alat berat ekskavator milik aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) pada Minggu (4/10/2026) dini hari.
Lokasi penambangan yang berada tepat di samping Masjid Al-Muhtadin tersebut telah berulang kali ditegur warga, namun para pelaku tetap membandel dan mengabaikan setiap peringatan yang disampaikan.
“Kami sudah berkali-kali menegur dan melarang aktivitas tambang ini karena sangat meresahkan lingkungan, apalagi lokasinya dekat masjid, tetapi mereka tetap membandel dan terus beroperasi,” ungkap salah seorang warga yang enggan ditulis namanya.
Kemarahan masyarakat pun memuncak. Massa yang datang secara bergelombang langsung menyasar alat berat di lokasi, lalu membakarnya hingga hangus.
Kobaran api membesar di tengah kegelapan malam, melalap seluruh badan ketiga alat berat yang dua unit ekskavator merek SANY dan satu unit merek Hitachi tersebut.
Setelah memastikan alat berat hangus dilalap api, warga secara tertib meninggalkan lokasi tanpa merusak fasilitas umum lainnya.
Aksi ini menjadi bukti betapa besarnya keresahan masyarakat terhadap keberadaan PETI yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu ketenangan di sekitar tempat ibadah. (SN11)