Rusia Klaim Ukraina Serang Fasilitas PLTN Zaporizhzhia, Satu Orang Tewas

SUMUTNEWS.CO, Moskow – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina tenggara kembali menjadi sasaran penyerangan pada Senin dini hari (5/10/2026).

Pihak Rusia mengklaim dua fasilitas di dalam kompleks PLTN yang berada di bawah pendudukan pasukannya tersebut dihantam serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina hingga menyebabkan satu orang tewas.

Direktur Jenderal Rosatom, Alexei Likhachev, menyatakan bahwa sasaran serangan meliputi bangunan laboratorium serta fasilitas pemrosesan limbah radioaktif.

Korban tewas diidentifikasi sebagai seorang pengemudi yang sedang mengantarkan pasokan makanan untuk para pekerja di kompleks PLTN.

Baca juga:  Drone Laut Ukraina Serang Tanker Minyak di Lepas Pantai Sochi di Rusia, 23 ABK India Dievakuasi

Kendati demikian, Likhachev memastikan insiden ini tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan radiasi nuklir.

Hingga saat ini, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi mengenai tuduhan penyerangan tersebut.

Kondisi Pasokan Listrik Kritis

Insiden ini memperburuk kerentanan sistem kelistrikan di PLTN terbesar di Eropa tersebut. Beberapa hari sebelum serangan terjadi, manajemen fasilitas melaporkan bahwa jaringan pasokan listrik eksternal mengalami kerusakan akibat rentetan penembakan.

Akibatnya, proses pendinginan bahan bakar di enam reaktor terpaksa bergantung sepenuhnya pada generator diesel darurat.

Baca juga:  Peringatan Keras Putin: Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Kaliningrad Diserang

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuding negara-negara Barat turut memberi ruang bagi Ukraina untuk mengeskalasi serangan.

Ia menilai ketiadaan kecaman terbuka dari komunitas internasional di forum global sama saja dengan memfasilitasi tindakan militer yang membahayakan obyek vital tersebut.

Pengawasan Internasional

Kompleks PLTN Zaporizhzhia berada di bawah kendali militer Rusia sejak pekan-pekan awal invasi pada Februari 2022.

Sepanjang konflik berlangsung, Moskow dan Kyiv berulang kali saling tuduh melakukan aksi militer yang mengancam keselamatan nuklir.

Baca juga:  Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) secara konsisten menempatkan tim pemantau permanen di lokasi untuk mengawasi keselamatan radiasi, memantau kondisi fisik reaktor, serta memfasilitasi negosiasi gencatan senjata lokal setiap kali perbaikan jaringan listrik utama perlu dilakukan. (SN17)

Berita Terbaru

“Toke Rok” Disidang, MUI dan GAPERTA Berseru: Tanpa Ampun dan Kompromi untuk Bandar Narkoba

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Perkara dugaan peredaran gelap narkotika yang...

Wabup Tapsel: Integritas Pendidikan Dimulai dari Pencegahan, Bukan Sekadar Penindakan

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)...

Drone Laut Ukraina Serang Tanker Minyak di Lepas Pantai Sochi di Rusia, 23 ABK India Dievakuasi

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 23 anak buah kapal (ABK)...

Anecdotal Brake: Menyatu dalam Kandang Kuasa

Penulis: Rajidt F. Malley Dinamika politik dalam negeri mendadak terhenti...

Gibran Terbukti Tidak Punya Ijazah oleh Putusan Mahkamah Konstitusi: Curang & Bohong?

Penulis: Rajidt F. Malley Rangkaian gugatan hukum terkait syarat pendidikan...

Berita Terkait