Sumutnews.co, Deli Serdang- Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melatih siswa SMA Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menggubah puisi menjadi karya musikal. Pelatihan bertajuk “Dari Teks ke Melodi” itu berlangsung lima kali, setiap Jumat, pada 24 Juli sampai 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini berangkat dari kebiasaan pembelajaran puisi di sekolah yang masih berkutat pada analisis. Berdasarkan komunikasi awal tim dengan pihak sekolah, pembelajaran puisi di SMA Negeri 1 Beringin cenderung konvensional dan minim ruang berkreasi. Karena itu, tim mengajak siswa mengalami puisi secara langsung: membaca, menafsirkan, melagukan, lalu mementaskannya.
Peserta pelatihan adalah 15 siswa anggota ekstrakurikuler teater yang dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok menggubah satu puisi, yaitu “Menembus Matahari” karya Porman Wilson, “Sudah Kubilang Aku Tak Ingin Bercakap-Cakap Lagi” karya Suyadi San, dan “Sandang dan Sanding” karya Hasan Albana.
Pelatihan dipandu praktisi musikalisasi puisi Syahfitra Harahap, S.Pd., dan didampingi tim dosen FIB USU, yakni Qori Islami Aris selaku ketua, Ely Hayati Nasution, Muhammad Nashi Huddin Ubaidillah, dan Mardiah Mawar Kembaren.
Pelatihan dirancang dalam tiga fase. Pada fase apresiasi, siswa membaca puisi dan membicarakan suasana serta citraannya. Pada fase kreasi, setiap kelompok menentukan sendiri melodi, ritme, pembagian suara, dan tafsir atas puisinya. Pada fase pertunjukan, ketiga kelompok mementaskan karya mereka. Siswa diminta menghayati puisi lebih dulu sebelum menggubahnya.
“Kami ingin siswa merasakan bahwa puisi bukan sekadar bahan soal, melainkan pengalaman yang bisa dibunyikan dan dipentaskan bersama,” kata Ketua Tim Pelaksana, Qori Islami Aris.
Seluruh kelompok menyelesaikan karya dan tampil pada sesi puncak. Pementasan didokumentasikan dalam video yang dapat ditonton di https://youtu.be/CrA90Mhxqkw.
Pihak sekolah dapat memakainya sebagai contoh bagi kelompok siswa berikutnya.
Tim juga mengukur perubahan peserta lewat tes sebelum dan sesudah pelatihan pada empat aspek: apresiasi sastra, kepekaan musikal, pemahaman musikalisasi puisi, serta kesiapan dan motivasi. Jawaban peserta bergeser dari kisaran 2 sampai 4 menjadi 4 sampai 5 pada skala lima. Hasil itu baru menunjukkan indikasi peningkatan, sehingga tim akan memperkuat evaluasi pada kegiatan berikutnya.
Kegiatan ini didanai Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara melalui Dana Non-PNBP Tahun Anggaran 2026. (Ray)