Harga Cabai Merah Capai Rp80.000/kg di Padang, Pemko Gelar Pasar Murah

SUMUTNEWS.CO, Padang — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang terpantau masih tinggi pada Kamis (5/11/2026). Komoditas cabai merah menjadi yang paling tinggi harganya, sementara harga beras dan bahan pokok lainnya juga berada di tingkat yang menguras kantong warga.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bapokting Dinas Perdagangan Kota Padang, Dewi Reno Fitri, menyampaikan rincian harga cabai merah keriting lokal dijual dengan harga tertinggi Rp78.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting dari luar Sumatera Barat mencapai Rp80.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai hijau tertinggi tercatat Rp50.000 per kilogram. Cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau dijual hingga Rp70.000 per kilogram.

“Untuk cabai merah keriting lokal harga tertinggi Rp78.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting luar Sumbar mencapai Rp80.000. Cabai hijau Rp50.000, cabai rawit merah Rp75.000, dan cabai rawit hijau Rp70.000 per kilogram,” kata Dewi.

Baca juga:  Hari ini BPS Umumkan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47 Persen, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Pada kelompok beras medium, Panda Jambi dijual Rp16.000 per kilogram, Beras Cap Ir Muaro Labuh Rp17.500, dan Cap Jawa Pulen Rp17.000. Sementara Beras Cap 42 Pesisir Selatan berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.500 per kilogram. Beras Ir 42 Pariaman dijual Rp16.500 per kilogram.

Untuk beras premium, Beras Cap Ir 42 Padang dijual Rp16.500 per kilogram dan Ir 42 C Solok Rp17.000 per kilogram. Beras Kuriak Kusuik berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp19.000. Adapun beras SPHP dijual Rp13.100 per kilogram.

Sementara beras dengan indikasi geografis, seperti Anak Daro, dijual Rp17.500 hingga Rp18.500 per kilogram. Sedangkan Cisokan Solok berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Baca juga:  Pupuk Palsu 45,8 Ton Beredar di Riau, Penjualnya Diburu Lalu Ditangkap

Harga bawang merah super tercatat Rp34.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Bawang merah biasa dijual Rp26.000 hingga Rp28.000, sedangkan bawang merah packing berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram.

Untuk bawang putih honan, harganya berkisar Rp27.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Sementara bawang bombai dijual Rp22.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Pada komoditas lainnya, gula pasir curah dan gula kemasan premium sama-sama dijual Rp20.000 per kilogram. Minyak goreng curah berada di harga Rp18.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp23.000 hingga Rp24.000 per liter, sedangkan Minyakita dijual Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter.

Baca juga:  Kemenkeu Tegaskan Transfer Antarbank dan Dompet Digital Bebas PPN

Adapun tepung terigu protein tinggi dijual Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Tepung protein sedang berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000, sedangkan tepung protein rendah Rp10.000 per kilogram.

Menyikapi tingginya harga-harga tersebut, Dewi Reno Fitri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang akan segera menggelar pasar murah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog di sejumlah kelurahan.

“Dalam dua hari terakhir kita sudah gelar pasar murah khusus minyak goreng. Untuk komoditas lain akan segera menyusul, informasinya akan kita sampaikan selanjutnya,” ujar Dewi. (SN/L)

Berita Terkait

Menteri Keuangan Sri Mulyani Dukung Tunjangan Pulsa Rp 200 Ribu untuk PNS

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Demi kelancaran kinerja Kementerian dan...

Kelangkaan Minyak Goreng Rugikan Pelaku UMKM

SUMUTNEWS.CO, Medan- Anggota Komisi III DPRD Medan Rudiawan Sitorus...

Workshop “UMKM Go Modern dan Ekspor Pasti Bisa”, Kolaborasi INALUM dan Pemkab Batu Bara Dorong UMKM Naik Kelas

Tanjung Gading, SUMUTNEWS.CO — Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama...

Jelang Lebaran, Bank Sumut Berbagi Bantuan kepada 400 Masyarakat

MEDAN, SUMUTNEWS.CO- Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama, PT...

Wall Street Melemah dan Ketegangan AS-Iran Tekan IHSG, Cermati Peluang Technical Rebound Hari Ini

JAKARTA, SUMUTNEWS.CO — Sentimen negatif dari bursa global kembali...

Berita Terbaru