SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) memberikan atensi khusus pada kasus kematian tak wajar seorang siswi Sekolah Dasar berinisial NB (9 tahun) di Kabupaten Mandailing Natal.
ADK, sapaan akrab Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan, peristiwa kematian anak yang diduga tidak wajar harus menjadi prioritas utama aparat penegak hukum agar ditangani secara cepat, profesional, dan transparan.
“Persoalan kematian anak-anak yang diduga tidak wajar harus menjadi atensi serius kita semua,” ujar ADK kepada SUMUTNEWS.CO saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Instruksi Langsung ke Fraksi Golkar Madina
Tidak hanya mendesak kepolisian, ADK juga menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk ikut mengawal langsung proses penanganan kasus ini di daerah.
Langkah ini sejalan dengan komitmennya dalam isu perlindungan anak beberapa bulan lalu, ADK bahkan menerima penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) atas kontribusinya terhadap penegakan hak-hak anak di Indonesia.
Kasus Masih Terbuka, Hasil Autopsi Ditunggu
Peristiwa tragis ini bermula saat jenazah NB ditemukan oleh adiknya pada Kamis (1/10/2026) di area belakang rumah, Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang.
Korban dalam kondisi mengenakan seragam sekolah lengkap, dengan leher terjerat jilbab pada batang pohon jeruk yang kering.

Berbagai spekulasi dan dugaan kejanggalan berkembang di masyarakat, termasuk isu dugaan perundungan yang diduga berkaitan erat dengan peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Madina masih melakukan penyelidikan intensif. Jasad korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Tapanuli Selatan, dan pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi guna memastikan penyebab pasti kematian. (SN08)