Bobby Nasution Irup Harkitnas 2024

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Jajaran Pemko Medan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 Tahun 2024 dengan menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di halaman depan Balai Kota Medan, Senin (20/5) pagi. Wali Kota Medan Bobby Nasution bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sedangkan Camat Medan Maimun Tommy P Sidabalok menjadi Komandan Upacara.

Selain Wakil Wali Kota H Aulia Rachman, upacara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat dengan mengusung tema “Bangkit untuk Indonesia Emas” ini, juga dihadiri para Asisten, Staf Ahli, pimpinan perangkat daerah, Camat dan Lurah se-Kota Medan, pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemko Medan.

Baca juga:  14 Jam Hilang Kontak, Nelayan Tapteng Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Dalam arahannya menyampaikan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Budi Arie Setiadi, Bobby Nasution mengatakan, Kebangkitan Nasional adalah penanda lahirnya zaman baru dan pencetus cara berpikir baru. Dikatakannya, semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia. Sebab, di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan.

“Embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan, dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para “kaum muda” sebagai “embrio bangsa”. Manusia yang bebas dan setara hanya dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan. Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir,” kata Bobby Nasution seraya menggelorakan, “Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas!”.

Baca juga:  BMKG Tetapkan Sumatera Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem 27-29 Oktober 2026

Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya menyampaikan, apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”. Kemudian, sambungnya, kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah “jembatan emas” yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

“Bung Karno juga menekankan bahwa di ujung “jembatan emas” akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa Indonesia menuju kebaikan ataupun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno “bahagia bersama atau menangis bersama”. Di sinilah Bung Karno mengingatkan kita pentingnya “momen” agar kita mengambil keputusan yang tepat dan cermat untuk membawa kita pada jalan yang mengarah kepada kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” terangnya. (SN01)

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat Sebut Kebijakan Bobby soal Plat BK/BB Sudah Tepat, Upaya Tingkatkan PAD

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Tokoh masyarakat Sumatera Utara, RE Nainggolan,...

DPD KNPI Binjai Gelar Santunan Anak Yatim dalam Rangka Bakti Ramadhan

SUMUTNEWS.CO - Binjai | DPD KNPI Kota Binjai memberikan...

DPRD Medan Ajukan Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wasbang

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - DPRD Medan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah...

RS Stella Maris Juanda Medan Tak Miliki Izin SLF

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)...

Wagub Sumut Musa Rajekhshah Kunjungi Rumah Singgah Penderita Kanker

SUMUTNEWS.CO - Medan | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara...

Berita Terbaru