SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan – Pemerintah Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), bersama masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Program tersebut diinisiasi Rumah Zakat pada bulan Oktober 2026 sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali ancaman bencana dan mengurangi risiko setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.
Dalam kegiatan selama lima hari itu dimulai (20/10/2026) dan berakhir (24/10/2026), masyarakat memperoleh pembekalan mengenai pengenalan ancaman bencana, pemetaan kerentanan wilayah, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta langkah penyelamatan saat kondisi darurat.
Kepala Desa Huta Godang, Aliasdi Pulungan, menyampaikan apresiasi kepada Rumah Zakat dan para donatur yang telah memberikan dukungan kepada masyarakat, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.
Rumah Zakat, keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Penguatan Desa Tangguh Bencana memerlukan dukungan lintas sektor, terutama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, pemerintah Kecamatan Batang Toru, pemerintah desa, serta instansi yang menangani penanggulangan bencana.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diperlukan dalam mendukung edukasi kebencanaan, koordinasi penanganan darurat, penyusunan langkah mitigasi, dan peningkatan kapasitas relawan desa.
Selain itu, kesiapsiagaan perlu didukung dengan jalur evakuasi yang jelas, penyampaian informasi peringatan dini, kesiapan tempat pengungsian, serta koordinasi yang baik apabila terjadi keadaan darurat.
Pembentukan Destana diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Huta Godang untuk membangun budaya sadar bencana.
Dengan pengetahuan dan koordinasi yang memadai, warga diharapkan dapat mengambil tindakan lebih cepat dan tepat ketika menghadapi potensi ancaman bencana. (SN12)