SumutNews.Co., Riyadh- Suasana duka mendalam menyelimuti sektor penerbangan sipil Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mendadak menjadi pusat perhatian global setelah diguncang oleh dua gelombang serangan mematikan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Insiden tersebut tidak hanya merusak infrastruktur vital bandara dan armada maskapai nasional, tetapi juga merenggut nyawa seorang pilot senior.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi bahwa serangan pertama secara langsung menghantam fasilitas bandara. Sementara itu, hantaman kedua meluncur telak mengenai sebuah pesawat milik maskapai nasional Saudia yang sedang terparkir di darat tanpa membawa penumpang di dalamnya.
Dalam keterangan resminya, pihak GACA menyatakan:
” Tim tanggap darurat dan pihak berwenang yang kompeten segera merespons kedua serangan tersebut begitu insiden terjadi, sesuai dengan prosedur dan rencana yang telah disetujui.”
GACA juga menegaskan komitmen pengamanan lintas sektor:
” Otoritas menegaskan pekerjaan yang sedang berlangsung , dalam integrasi dan koordinasi berkelanjutan dengan lembaga keamanan terkait , untuk menilai kerusakan dan mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan keselamatan penumpang dan pekerja, serta menjaga keamanan dan keselamatan sistem penerbangan sipil di Kerajaan.”
Tragedi berdarah ini menelan tiga korban jiwa. Salah satu korban tewas yang menyita perhatian publik adalah Kapten Hamoud Ali Al-Kalthami, seorang pilot senior maskapai Saudia yang gugur dalam menjalankan tugas. Sejumlah warga sipil dan penduduk setempat yang mengalami luka-luka, dari kategori ringan hingga parah, juga langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Manajemen Saudia mengeluarkan penghormatan mendalam atas gugurnya sang kapten:
” Saudi menghormati kenangannya dengan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam, mengakui kontribusinya selama berkarier bersama maskapai nasional dan kesan mendalam yang ia tinggalkan bagi rekan-rekan kerjanya.”
Kendati sempat memicu kepanikan dan mengganggu jadwal penerbangan, GACA memastikan bahwa proses operasional di Bandara King Khalid kembali normal sejak pukul 18.00 waktu setempat pada hari yang sama. (SN17)