Houthi Hantam Permukiman Lagi di Riyadh, Empat Orang Luka-Luka

SumutNews.co, RIYADH — Eskalasi konflik di kawasan Teluk kembali memanas setelah sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi di atas langit ibu kota Riyadh, Selasa malam, 13 Oktober 2026. Ledakan keras yang memecah malam itu berujung pada jatuhnya serpihan material yang memicu kerusakan di kawasan permukiman.

Berdasarkan laporan resmi Pertahanan Sipil Saudi yang dirilis pada Rabu (14/10/2026), serpihan dari dua rudal cruise yang berhasil dilumpuhkan jatuh di sekitar 15 rumah penduduk di wilayah Riyadh. Insiden tersebut menyebabkan empat warga mengalami luka-luka akibat hantaman puing.

Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, menyatakan bahwa sebuah rudal cruise tambahan juga berhasil dihancurkan di Kegubernuran Al-Kharj pada Rabu dini hari.

Baca juga:  Beredar Narasi Jenderal Houthi Kabur Menyamar Pakai Pakaian Wanita, Belum Ada Verifikasi Resmi dan Diduga Hoaks

Rentetan Serangan Lintas Wilayah

Serangan pada Selasa malam tersebut tidak hanya menyasar Riyadh. Otoritas pertahanan Kerajaan mencatat gelombang serangan rudal balistik dan drone secara serentak di berbagai titik strategis.

Di wilayah timur, rudal balistik yang diarahkan ke Dhahran dan Haradh berhasil dicegat. Kementerian Energi Saudi mengonfirmasi bahwa sebuah gedung administrasi milik raksasa energi nasional, Saudi Aramco, di Dhahran sempat menjadi target serangan, meski dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fatal pada fasilitas produksi. Sementara itu, tiga drone peledak lainnya berhasil dihancurkan di sebelah utara Riyadh.

Baca juga:  Kemarin Arab Saudi Tegaskan Hak Membela Diri di Sidang PBB, Pasca-Serangan Bandara Riyard.

Respons Tegas Kerajaan Saudi

Menanggapi gelombang serangan yang terus berulang, Kabinet Saudi yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman menggelar sidang darurat.

Pemerintah Kerajaan dengan tegas mengecam tindakan kelompok Houthi dan menyatakan bahwa kelompok tersebut akan segera menghadapi konsekuensi atas eskalasi ini.

Dalam pernyataannya, kabinet menegaskan komitmen penuh untuk melindungi keamanan nasional, warga negara, serta menjaga kebebasan navigasi internasional di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab dari ancaman proksi yang terafiliasi dengan Teheran.

Bayang-bayang Konflik Regional

Serangan ke jantung ibu kota ini terjadi di tengah situasi keamanan regional yang rapuh. Insiden tersebut menyusul tragedi akhir pekan lalu di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang menewaskan 13 orang akibat serangan udara, serta serangkaian gangguan terhadap fasilitas energi dan kota-kota suci.

Baca juga:  Aliansi Makkah Sepakati Pengerahan Pasukan Bersama Arab Saudi, Turki, Pakistan

Para analis menilai eskalasi ini erat kaitannya dengan konflik berkepanjangan antara aliansi AS-Israel dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh. Ketegangan geopolitik yang meluas di kawasan tersebut terus memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi serta keamanan jalur maritim internasional. (SN17)

Berita Terbaru

Bobby Nasution dan Jajaran Sambangi Kejati Sumut Untuk Perkuat Kolaborasi Strategis dan Konsolidasi 2027

SumutNews.coMEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk...

Amankan Destinasi Wisata dan Tekan Narkotika, Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus

SumutNews.co, Medan. - Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif...

Yusril Ingatkan Risiko Zakat Ditarik Penuh ke Negara Layaknya Pajak

SumutNews.co, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi...

Kepala Intelijen MI5 Inggris: Iran dan Rusia Intensifkan Kampanye Hibrid dan Bidik Target Militer

SumutNews.co, London — Badan intelijen domestik Inggris (MI5) mengeluarkan...

Wali Kota Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum di Padangsidimpuan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan...

Berita Terkait