Landen Marbun Ungkap Keyakinan Bung Karno Tentang Pancasila untuk Indonesia

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP Landen Marbun menceritakan momen pertemuan Presiden Indonesia Soekarno dan Presiden Josef Broz Tito beberapa dekade silam. Dalam pertemuan itu, Bung Karno menilai Indonesia tidak akan terpecah belah karena memiliki Pancasila.

Saat itu, kata Landen, Bung Karno bertanya kepada Josef Bros mengenai nasib Yugoslavia setelah dipanggil Tuhan.

“Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josef Broz Tito, kurang lebih sebagai berikut: “Tuan Tito, jika anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa anda?”.Dengan bangga, Tito berkata, “Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami,” kata Landen menirukan ucapan Bung Karno saat kegiatan wawasan kebangsaan di SMA YAPIM, Belawan, Senin (10/11/2025).

Baca juga:  Bobby Nasution Dorong IPDN Cetak Calon ASN Profesional

Setelah menjawab pertanyaan ini, Tito ternyata gantian bertanya kepada Bung Karno. Dengan tenang sang Proklamator itu menyebut Pancasila sebagai nilai yang akan terus menjaga kesatuan Indonesia.

“Lalu bagaimana dengan negara anda, sahabatku?” Dengan tenang Bung Karno berkata, “Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah way of life, yaitu Pancasila,” tutur Landen.

Baca juga:  BMKG Tetapkan Sumatera Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem 27-29 Oktober 2026

Anggota DPRD yang duduk di Komisi A ini selanjutnya menceritakan pandangan ahli di Serbia mengenai Indonesia dan Yugoslavia. Disebutkan bahwa Indonesia paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi seharusnya Indonesia.

Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung dibandingkan Indonesia, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia.
Pada akhirnya, bangsa Yugoslavia pecah menjadi tujuh negara-negara kecil seperti Serbia, Kroasia, Bosnia, Slovenia, Montenegro, Kosovo dan Makedonia.

“Menurut mereka, bangsa Indonesia lebih beruntung karena memiliki pegangan hidup Pancasila yang menyatukan penduduknya yang terdiri atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemprov Sumut Dorong 33 Kabupaten/Kota Terintegrasi ke PASADA, Permudah Akses Data dan Tarik Investor

Oleh karena itu Landen berpesan kepada seluruh siswa-siswi yang ada di YAPIM untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai kehidupan.

Sutrisno SAg yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan itu juga menyampaikan hal senada. Ia menceritakan bagaimana sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari Pancasila. (SN01)

Berita Terkait

F-PDIP Minta Pemko Medan Tak Tutup Mata soal Ekonomi Masyarakat Lemah

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) minta Pemerintah...

Terungkap di RDP, BPN Tegaskan Isu Penyitaan Tanah Hoaks

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) tegaskan...

Ayahanda Walikota Tanjungbalai Wafat, GP Ansor Sampaikan Duka Cita

SUMUTNEWS.CO - Tanjungbalai | Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota...

Proyeksi Pendapatan Daerah di RAPBD 2025 Pertimbangkan Data Potensi PAD

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Proyeksi Pendapatan Daerah, khususnya Pendapatan Asli...

Tia Minta Pemkot Medan Bangun Kembali Pustu Labuhan Deli

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Anggota Komisi II DPRD Kota Medan,...

Berita Terbaru