Malaysia Menanti Lampu Hijau Indonesia untuk Kirim Bantua Karhutla 

Sumutnews.co, Kuala Lumpur — Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan memicu desakan dari Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim. Ia meminta adanya perbaikan signifikan pada mekanisme ASEAN dalam menangani krisis kabut asap lintas batas (transboundary haze).

Anwar menegaskan bahwa penanganan karhutla harus menjadi perhatian utama para menteri ASEAN terkait karena dampaknya yang mengancam kesehatan publik, khususnya bayi dan anak-anak.

Baca juga:  Parlemen Bangsamoro Pilih Abdulraof Macacua sebagai Ketua Menteri Definitif Pertama, Presiden Marcos Janjikan Dukungan Penuh

Menanti Lampu Hijau dari Jakarta

Di tengah mendesaknya krisis tersebut, Pemerintah Malaysia menyatakan telah bersiagakan penuh untuk membantu Indonesia memadamkan titik api. Namun, pengerahan armada bantuan tersebut masih menunggu izin resmi dari pemerintah Indonesia.

Juru bicara pemerintah Malaysia, Datuk Seri Fahmi Fadzil, menjelaskan bahwa Badan Pengurusan Bencana Negara (Nadma) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia telah memberikan taklimat kepada Kabinet serta menyampaikan daftar aset yang siap diterjunkan kepada otoritas Indonesia.

Baca juga:  Houthi Diduga Gunakan Senjata Kimia di Taiz, Yaman Desak PBB Gelar Investigasi

“Namun, hingga hari ini belum ada pembaruan atau konfirmasi untuk menggunakan aset Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran,” ujar Fahmi dalam konferensi pers mingguan usai rapat Kabinet di Putrajaya, Rabu, 9 September 2026

Fahmi, yang juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi Malaysia, menegaskan bahwa bantuan teknis maupun armada pemadam tidak dapat diberangkatkan tanpa lampu hijau dari Jakarta. “Agar kami dapat mengerahkan aset untuk membantu, kami memerlukan izin dari pihak berwenang Indonesia,” kata dia ( SN08)

Berita Terkait

Mutilasi Jenazah Tentara Yaman: Bukti Houthi Injak-injak Kode Etik Perang

SumutNews.co, Taiz - Angkatan Bersenjata Yaman menuding milisi Houthi...

Arab Saudi Desak PBB Hentikan Perekrutan Prajurit Anak oleh Milisi Houthi di Yaman

SumutNews.co, Riyadh - Perhimpunan Nasional untuk Hak Asasi Manusia...

Ukraina Hujani Moskow dengan 1.600 Drone, Kilang Minyak Terbakar saat Pemilu Rusia

SUMUTNEWS.CO, Medan — Ukraina melancarkan gelombang serangan drone terbesar...

Bom Meledak di Jeddah, Raja Salman Serang Iran

SUMUTNEWS.CO - Jakrta | Peristiwa ledakan bom terjadi di...

Hari ini Perlibatan 47.000 Prajurit, Putin Pantau Latihan Militer Gabungan Rusia-China dan sekutunya di Laut Kaspia

SUMUTNEWS.CO, Moskow - Pada Hari Kemarin, Jumat (2/10/2026), Presiden...

Berita Terbaru