SUMUTNEWS.CO, Medan — Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan peringatan tegas kepada aliansi militer NATO.
Dalam pidatonya di forum Valdai Discussion Club di Moskow, Putin menegaskan Rusia tidak akan ragu menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, jika wilayah kedaulatannya, khususnya Kaliningrad, mendapat serangan.
Pernyataan ini muncul menyusui gelaran latihan militer NATO di sekitar Kaliningrad, wilayah eksklaf Rusia yang terjepit di antara Polandia dan Lituania.
Meski NATO menegaskan latihan tersebut murni bersifat defensif, Putin memandangnya sebagai bentuk eskalasi nyata, terlebih disertai upaya penahanan kapal-kapal Rusia di Laut Baltik.
“Jika terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia, termasuk Kaliningrad, maka isu penggunaan seluruh persenjataan dalam arsenal negara kita mau tidak mau akan muncul dalam agenda. Hal ini tidak dapat dihindari,” tegas Putin, melansir CNN, Sabtu (3/10/2026).
Di tengah konflik yang memasuki tahun kelima, Putin mengakui gempuran Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur domestik telah memangkas sekitar 1 persen dari PDB Rusia serta melumpuhkan lebih dari 100 kapal di Laut Hitam.
Meski demikian, ia menegaskan Rusia tidak akan gentar dan justru akan meningkatkan intensitas serangan ke infrastruktur vital serta ibu kota Kyiv menjelang musim dingin.
Komitmen militer Rusia juga tercermin dalam rancangan anggaran. Moskow berencana menggelontorkan dana pertahanan sebesar USD 205,112 miliar pada 2027, naik 27 persen dari rencana semula dan menjadi angka tertinggi sejak invasi skala penuh dimulai. (SN/CNN)