SUMUTNEWS.CO, Medan – Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensi Yaman Rashad Al-Alimi mengimbau seluruh rakyat Yaman untuk melakukan mobilisasi umum dan bergabung dengan angkatan bersenjata pada Jumat (25/9/2026).
Seruan tersebut disampaikan Al-Alimi di tengah eskalasi pertempuran dan peningkatan serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap pasukan pemerintah serta sasaran strategis Arab Saudi.
“Saya menyerukan kepada seluruh putra-putri rakyat kita yang agung untuk terlibat dalam mobilisasi umum dan mobilisasi nasional, serta bersatu di sekitar pasukan bersenjata dan keamanan mereka,” kata Al-Alimi, yang juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Yaman, dalam pidato resminya.
Selain mengobarkan semangat bertempur, Al-Alimi menawarkan amnesti umum bagi para pejuang dan simpatisan kelompok Houthi yang bersedia membelot serta meletakkan senjata mulai Sabtu, 26 September 2026.
Langkah ini diambil setelah kelompok Houthi, yang didukung Iran, kembali mengintensifkan serangan sejak Juli lalu, mengakhiri gencatan senjata yang berlangsung beberapa tahun, dan mendeklarasikan blokade maritim untuk mengganggu ekspor minyak mentah Arab Saudi.
Posisi Politik dan Peta Kekuatan Rashad Al-Alimi
Seruan keras Al-Alimi menegaskan posisinya dalam lanskap politik dan militer Yaman:
Kepala Negara Resmi Terbuka: Al-Alimi memimpin Dewan Kepemimpinan Presidensi (Presidential Leadership Council/PLC) yang dibentuk sejak 2022. Ia mewakili pemerintah Yaman yang diakui secara sah oleh PBB dan komunitas internasional.
Kubu Anti-Houthi: Berbasis di kota pelabuhan Aden, Al-Alimi memosisikan pemerintahannya sebagai benteng pertahanan utama melawan milisi Houthi yang merebut ibu kota Sanaa sejak 2014.
Didukung Koalisi Regional: Secara diplomasi dan militer, posisi Al-Alimi disokong penuh oleh Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi. Pada hari yang sama dengan pidato Al-Alimi, para kepala staf militer Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bahkan menggelar pertemuan khusus untuk membahas koordinasi pertahanan terhadap ancaman Houthi
Lobby ke Negara Barat: Di tingkat global, Al-Alimi berupaya menggalang bantuan dari blok Barat. Pekan ini, sumber di lingkaran dalam Al-Alimi mengonfirmasi bahwa sang presiden telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta dukungan militer guna menumpas kelompok Houthi.
Perang saudara Yaman yang meletus sejak pengambilalihan Sanaa oleh Houthi pada 2014 hingga kini terus memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan, dengan puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas. (SN17)