Perjuangan Pendidikan di Nias Utara, Bobby Ubah Kelas Papan jadi Permanen

SUMUTNEWS.CO, NIAS UTARA – Penantian panjang siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 4 Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, untuk memiliki gedung sekolah permanen akhirnya mulai terwujud.

Setelah dua tahun menjalankan proses belajar mengajar di bangunan sederhana dari papan dan kayu, sekolah tersebut kini mendapat bantuan pembangunan gedung permanen dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) senilai Rp1,5 miliar lebih.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung sekolah yang berada di Jalan Hilimbowo, Desa Tetehosi Maziaya, Kecamatan Sitolu Ori, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Bobby melihat kondisi sekolah yang berdiri pada Juni 2024 dan mendengarkan langsung berbagai kebutuhan yang disampaikan guru maupun siswa.

Kepala SMPN 4 Sitolu Ori, Teti Gea, mengatakan sekolah tersebut awalnya hanya memiliki tujuh siswa dan belum mempunyai ruang belajar. Aktivitas belajar mengajar saat itu terpaksa dilakukan di gereja setempat.

“Awalnya kami belajar di gereja karena belum ada ruang kelas. Saat itu siswa hanya tujuh orang,” kata Teti.

Seiring waktu, masyarakat bersama sejumlah pihak membantu pembangunan tiga ruang belajar sederhana, ruang pertemuan, dan kantor guru melalui swadaya serta dukungan CSR.

Namun bangunan tersebut masih terbuat dari papan dan kayu dengan lantai semen serta kondisi lingkungan yang kerap becek saat hujan.
Saat ini jumlah siswa meningkat menjadi 45 orang yang terdiri dari 16 siswa kelas VII, 11 siswa kelas VIII, dan 18 siswa kelas IX.

Mereka dibimbing oleh lima guru ASN, enam guru PPPK, serta sebelas tenaga non-ASN.
Meski fasilitas terbatas, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari. Sebagian siswa bahkan harus berjalan kaki sejauh dua hingga lima kilometer untuk mencapai sekolah.

“Ada yang berangkat sejak pukul 06.00 pagi karena harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah,” ujar Teti.

Kondisi itu dirasakan langsung oleh salah seorang siswa kelas IX, Electra Stefani Harefa. Ia mengaku belum pernah merasakan belajar di gedung sekolah permanen sejak pertama kali masuk sekolah pada 2024.

Menurut Electra, suasana belajar sering terganggu ketika musim hujan karena lingkungan sekolah menjadi becek dan banyak nyamuk masuk ke ruang kelas.

“Kami kurang nyaman saat musim hujan karena lingkungan sekolah becek dan banyak nyamuk yang mengganggu saat belajar,” katanya.
Karena itu, Electra mengaku bahagia setelah mengetahui sekolahnya akan segera memiliki gedung permanen.

“Bapak Gubernur, terima kasih atas perhatian Bapak di sekolah kami ini. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Sumatera Utara,” ujarnya.

Teti menambahkan, selain pembangunan gedung sekolah, pihaknya masih membutuhkan laboratorium, perpustakaan, akses internet, perangkat komputer dan laptop untuk mendukung proses pembelajaran.
Ia juga berharap pemerintah dapat membantu pembangunan akses jalan menuju sekolah yang hingga kini masih menjadi kendala bagi siswa.

“Kami berharap ke depan ada bantuan laboratorium, perpustakaan dan akses jalan. Karena anak-anak di sini banyak yang berjalan kaki cukup jauh setiap hari,” katanya.

Pembangunan yang dibiayai melalui BKP Sumut tersebut meliputi tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya, ruang administrasi yang terdiri atas ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha dan ruang tamu, serta fasilitas sanitasi berupa toilet laki-laki, perempuan dan toilet difabel.

Dalam kunjungan itu, Bobby juga menyapa siswa di setiap ruang kelas serta meninjau langsung progres pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman Nias Utara. (SN01)

Populer Minggu ini

Sejumlah Isu Soroti Dinas Pendidikan Tapsel Sepanjang 2026, Publik Desak Transparansi dan Klarifikasi Terbuka

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pengelolaan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli...

KPKNL Padangsidimpuan Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Pelayanan Transparan dan Berintegritas

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)...

Penyanyi Kanaya Whu Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Sempat Berjuang Melawan Kanker

Medan, SUMUTNEWS.CO– Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air....

Kangen Band Mendadak Bubar, Andika Mahesa Bingung

Medan, SUMUTNEWS.CO – Kabar mengejutkan datang dari grup musik...

PSMS Medan Tertahan 2-2 oleh Sumsel United, Eko Soroti Konsistensi Tim

Medan, SUMUTNEWS.CO– PSMS Medan harus puas membawa pulang satu...

Berita Terkait