Vonis Terorisme Ekologi, Presiden Prabowo Akan Cabut Izin 95 Korporasi

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan lagi memberikan toleransi terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penanganan bencana karhutla dinilai harus dilakukan secara cepat, tegas, dan menyeluruh karena tindakan pembakaran yang sengaja dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa.

“Hal ini kan kejahatan, terorisme ekologi. Kejahatan luar biasa karena membahayakan jutaan orang,” tegas Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Rabu (16/09/2026) di Istana Negara.

Berdasarkan laporan dari Kepala Kepolisian RI (Kapolri), terdapat setidaknya 95 korporasi yang terindikasi melakukan pembakaran hutan secara sengaja.

Baca juga:  Prabowo Luncurkan DNKK dan 400 Trilyun di 2027, Simak Penjelasannya!

Presiden memastikan seluruh hasil verifikasi terhadap perusahaan yang melanggar akan ditindaklanjuti dengan tindakan keras.

Langkah tegas yang disiapkan mencakup pencabutan seluruh izin usaha bagi korporasi yang membandel, terutama yang sebelumnya pernah menerima sanksi namun kembali mengulangi perbuatannya.

“Kalau sekarang masih dia melanggar, tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya. Tidak usah lagi ada macam-macam,” ujar Prabowo.

Baca juga:  Demo Mahasiswa Trisakti di Istana Negara, Bawa 'Tritura' Tuntut Penegakan Supremasi Sipil

Selain sanksi administratif berupa pencabutan izin, proses penyelidikan pidana ditegaskan akan tetap berjalan.

Presiden Prabowo juga menolak keras dalih pembakaran lahan yang mengatasnamakan kearifan lokal.

Alasan tersebut dinilai tidak dapat diterima untuk pembenaran pembukaan lahan dengan cara membakar.

Apabila masyarakat membutuhkan bantuan dalam proses pembukaan lahan, pemerintah berjanji akan turun tangan memberikan bantuan tanpa harus menggunakan metode pembakaran.

Guna menuntaskan persoalan karhutla hingga ke akarnya, Kepala Negara menginstruksikan Kepolisian RI, TNI, hingga kementerian terkait untuk mengerahkan seluruh kekuatan instansi masing-masing.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan DPRD hingga 2031 ditolak MK, Saldi Isra: Gugatan Terlalu Dini

“Kerahkan instansi yang di bawah kalian, selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Semua 95 itu kita cabut saja, kita enggak bisa lagi toleransi soal ini,” perintahnya. (SN08)

Berita Terkait

Polri Kaget Nama Rizieq Shihab Masuk Daftar Red Notice Interpol

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Polri mengklaim tak tahu-menahu ihwal...

Resmi Ditahan! Habib Rizieq Dibawa Menggunakan Mobil Tahanan

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Muhammad Rizieq Shihab telah ditetapkan...

Komitmen Perkuat Strategi Marketing Bisnis, Bank SUMUT Raih Penghargaan dari Economic Review

Jakarta, SUMUTNEWS.CO- PT Bank Sumut berhasil meraih penghargaan Gold...

Hari Ini Buruh Demo Besar Lagi di Istana

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Sekitar 5.000 buruh yang tergabung...

Said Aqil Positif Covid-19, Doa Menag: Semoga Lekas Sembuh Sehingga Bisa Kembali Membimbing Ummat

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi...

Berita Terbaru