TPA Banggua Sempat Tak Terjangkau, Persoalan Sampah Madina Butuh Solusi Menyeluruh

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Persoalan sampah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah di sepanjang akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banggua sempat menimbulkan keluhan masyarakat akibat bau tidak sedap, mengingatkan kembali pada kerentanan sistem pengelolaan persampahan di daerah tersebut.

Masalah ini bukan sekadar soal volume sampah yang terus meningkat, melainkan mencakup aksesibilitas menuju lokasi pembuangan, sistem pengangkutan, kapasitas pengolahan, hingga kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Pada Februari 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina telah turun tangan menangani tumpukan serupa yang disebabkan longsor menutup badan jalan pasca hujan lebat pada November 2025, sehingga truk pengangkut tidak dapat menjangkau lokasi pembuangan.

Baca juga:  Waspadai Modus Narkoba Berkedok Rokok Elektrik, JMSI Tabagsel Desak 5 Polres Perketat Pengawasan Vape

Bupati Saipullah Nasution saat itu memerintahkan pembersihan dengan dukungan alat berat, termasuk kerja sama dengan PT Sorik Marapi Geothermal Power. Namun, upaya pembersihan sementara tersebut belum menyentuh akar persoalan.

Pemerintah daerah kini menyadari bahwa penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Program Bank Sampah direncanakan untuk mendorong pemilahan sampah organik dan nonorganik di tingkat rumah tangga, dengan melibatkan camat dan kepala desa sebagai ujung tombak di lapangan.

Langkah ini dinilai penting karena tanpa pengurangan dan pemilahan di hulu, beban di tempat pemrosesan akhir akan terus bertambah berat.

Baca juga:  Meneguhkan Peran Pemuda Muhammadiyah sebagai Khalifah Fil Ardh dalam Mengatasi Krisis Lingkungan

Di sisi lain, pembenahan sistem di TPA Banggua juga tengah dipersiapkan. Sejak Juli 2026, Pemkab Madina merencanakan perubahan sistem pengelolaan dari pembuangan terbuka menjadi sistem yang lebih tertutup dan terkontrol, selaras dengan arahan pemerintah pusat.

Rencana perluasan lahan TPA pun telah dianggarkan, namun belum dapat direalisasikan karena masih dalam proses verifikasi dokumen kepemilikan tanah.

Tanpa perbaikan yang menyeluruh, mulai dari akses jalan, jadwal pengangkutan yang konsisten, pengolahan di TPA, hingga kesadaran memilah sampah di rumah, persoalan serupa dikhawatirkan terus berulang.

Baca juga:  Pesan Penting Wabup Atika kepada Nakes RSU Armina Madina

Penanganan sampah pada akhirnya bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan melibatkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Kemajuan program Bank Sampah dan transformasi sistem TPA pun perlu dikawal secara transparan agar masyarakat dapat memastikan solusi yang dijalankan benar-benar berkelanjutan dan mengurangi beban sampah dari sumbernya. (SN12)

Berita Terkait

Dua Medali Dibawa Pulang ESI Tapsel dari Kejurprov E-Sport Sumut 2026

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Kontingen E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten...

Operasi Sadar Pajak Padangsidimpuan: Tim Gabungan Sisir Kendaraan, Tegaskan Kepatuhan & Keselamatan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Satuan gabungan yang terdiri dari Satpol PP,...

Menanti Kepulangan Terakhir: Keluarga Mahmul Hatopan Mohon Jenazah Segera Dibawa Pulang dari Kamboja

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Keluarga Mahmul Hatopan, warga Kelurahan Wek III,...

Atika Azmi Pimpin HKTI Madina, Tiga Isu Krusial Menanti Penyelesaian

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Kepengurusan baru Himpunan Kerukunan Tani...

Bupati Madina: Cegah Narkoba dan Pernikahan Dini Bersama, Demi Indonesia Emas 2045

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina), H....

Berita Terbaru