SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto berkelakar meminta para kader Partai Amanat Nasional (PAN) memanggilnya dengan sapaan yang lebih akrab dan bernuansa muda, seperti “Bang Bowo” atau “Mas Bowo”.
Pria berusia 74 tahun itu menolak jika disapa dengan sebutan yang dituakan seperti “Eyang” atau “Mbah”.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Puncak Perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat malam (18/9/2026).
Di hadapan ribuan kader dan jajaran pengurus PAN, Prabowo mengawali pidatonya dengan menegaskan status kehadirannya.
Meski hadir secara resmi sebagai kepala negara, ia ingin diyakini memiliki ikatan emosional yang erat sebagai kawan seperjuangan.
”Jadi aku berdiri di sini, ya sebagai Presiden. Formalnya sebagai Presiden. Tapi saya berdiri di sini sebagai saudaramu,” kata Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas mencairkan suasana dengan meminta agar hubungan kekeluargaan tersebut diwujudkan lewat panggilan sehari-hari.
Ia berseloroh menolak disapa dengan sebutan kakek atau sesepuh.
”Saya lebih senang dianggap sebagai saudaramu, sebagai abangmu. Jangan sebagai eyangmu,” ujar Prabowo disambut tawa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang duduk di barisan depan.
Prabowo bahkan melempar ancaman jenaka kepada para kader PAN jika sampai memanggilnya dengan julukan tua tersebut.
“Aku suka kalau kau panggil saya Bang Bowo. Awas kalau lu manggil gue Mbah Bowo atau Eyang Bowo. Gue enggak bakal kembali ke PAN kalau lu panggil gue itu,” ucapnya mengumbar tawa.
Ia pun menawarkan sejumlah variasi sapaan kedaerahan yang dinilainya tetap pas dan terasa dekat, mulai dari “Bang Bowo” hingga “Kang Bowo” untuk kader asal Jawa Barat.
Namun, dari seluruh pilihan tersebut, Prabowo mengaku paling nyaman disapa dengan panggilan “Mas Bowo”.
”Bang Bowo oke, Kang Bowo oke. Yang lebih enak kalau dipanggil Mas Bowo. Awas ya lu panggil gue aki,” tuturnya diiringi gelak tawa dan gemuruh tepuk tangan peserta acara.
Hubungan antara Prabowo dan PAN dikenal cukup erat dalam peta politik nasional. PAN tercatat secara konsisten mendukung Prabowo dalam tiga kali perhelatan Pemilihan Presiden, mulai dari Pilpres 2014, 2019, hingga akhirnya memenangi Pilpres 2024.
Panggilan akrab yang dimintanya tersebut menegaskan posisi PAN sebagai kawan koalisi terdekatnya. (SN08)