SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Pembangunan infrastruktur di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meliputi Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina), Padang Lawas Utara (Paluta), Padang Lawas (Palas), dan Kota Padangsidimpuan terus menjadi sorotan penting.
Kualitas jalan dan akses antarwilayah dinilai sangat krusial bagi kelancaran ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas masyarakat.
Di Tapsel, persoalan ini bahkan memicu aksi dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Menuju Tapanuli Selatan Bangkit yang menyambangi Kantor Dinas PUPR Tapsel pada 28 September 2026.
Massa menyampaikan sejumlah dugaan kejanggalan terkait pekerjaan jalan tahun anggaran 2025 dan meminta klarifikasi serta evaluasi menyeluruh.
Dalam aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa, beberapa ruas yang disorot antara lain Jalan Parkayuan–Huta Pohan, Jalan Sibadoar–Simpang Parkayuan, Jalan Hauapan–Sibadoar, dan Jalan Siuhom–Nauli.
Di sisi lain, harapan baru juga bermunculan. Kehadiran Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) di Madina kini menjadi pintu gerbang konektivitas udara yang strategis.
Tak hanya itu, warga Desa Patialo, Kecamatan Kotanopan, akhirnya menikmati aliran listrik PLN 24 jam setelah penantian puluhan tahun, bukti bahwa pemerataan infrastruktur mulai menyentuh pelosok desa.
Kini, tantangannya bukan hanya membangun, tetapi memastikan kualitas, pemerataan, dan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Pengawasan masyarakat pun menjadi kunci agar setiap rupiah yang diinvestasikan benar-benar membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Tabagsel.
Oleh: Tantawi PanggabeanÂ