SUMUTNEWS.CO, Hebron – Gelombang kekerasan oleh pemukim Israel terus melanda wilayah Tepi Barat yang diduduki. Sekelompok pemukim ilegal Israel membakar kendaraan milik warga Palestina dan menyerang rumah warga di Kota Al-Samou, selatan Hebron, Tepi Barat, Sabtu (3/10/2026).
Pada larut malam, sekelompok pemukim menyusup ke kawasan Wadi Jheish, sebelah timur Kota Al-Samou, selatan Hebron, lalu membakar kendaraan milik warga Mahmoud Musa al-Rawashdeh, menyemprotkan slogan-slogan rasis di dinding rumah, serta merusak harta bendanya.
Serangan ini hanyalah satu dari ribuan insiden yang terjadi sepanjang tahun ini. Menurut data Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), antara Januari hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 1.600 serangan oleh pemukim yang menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan properti.
Angka itu berarti rata-rata terjadi 6,7 serangan setiap hari, yang telah berdampak pada 275 komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat.
Kekerasan ini terjadi di tengah eskalasi yang terus meningkat, mulai dari penyerangan terhadap warga, pembakaran lahan dan pohon zaitun, perusakan rumah, hingga pengusiran paksa.
Warga setempat pun terus hidup dalam ketakutan di bawah ancaman yang nyata setiap harinya. (SN/WF)