Gerindra Minta 35% Anggaran untuk Medan Utara Tak Cuma Gimmick Politik

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra , Dame Duma Sari, meminta agar 35% anggaran Medan Utara jangan cuma gimmick politik, Namun, harus dibuktikan dan terlihat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta terasa dalam kehidupan masyarakat Medan Utara.

Wanita yang akrab disapa, Duma, itu mengaku hal itu juga telah disampaikan dalam pemandangan umum Fraksi Partai Gerindra atas penjelasan Wali Kota Medan terhadap R-APBD Kota Medan TA 2027 pada sidang paripurna DPRD Kota Medan, kemarin.

“Kami apresiasi komitmen pengalokasian 35% anggaran untuk pembangunan Medan Utara. Anggaran itu harus terasa dalam kehidupan masyarakat Medan Utara. Kalau tidak, hanya akan menjadi angka yang indah dalam pidato, tetapi tidak terasa di lapangan,” kata Duma, Kamis (8/10/2026).

Baca juga:  Malam ini Persija Vs PSMS di League Cup, Pelatih PSMS Soroti Minimnya Waktu Pemulihan Pemain

Dalam pemandangan umum itu, kata Duma, Fraksi Partai Gerindra meminta Pemkot Medan untuk memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan pembangunan Medan Islamic Center. “Jangan sampai pemerintah berhasil membangun gedung dengan anggaran besar, tetapi kesulitan menyediakan anggaran untuk menghidupkannya. Jangan hanya membangun gedungnya, tetapi harus dibangun ekosistemnya,” sebut Sekretaris Komisi IV itu.

Terkait target pendapatan, sambung Duma, Fraksi Partai Gerindra meminta Pemkot Medan tidak membuatnya terlalu rendah agar mudah dicapai serta tidak juga terlalu tinggi tanpa basis perhitungan realistis. “Keduanya sama-sama bermasalah. Target terlalu rendah menunjukkan pemerintah tidak optimal menggali potensi. Target terlalu tinggi tanpa dasar, berarti pemerintah sedang menjual optimisme di atas kertas. Kami (Fraksi Partai Gerindra, red) butuh target realistis, terukur serta dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar menggambarkan potensi Kota Medan,” katanya.

Baca juga:  Ronny, Mahasiswa USU dengan 24 Gelar Juara Karya Ilmiah Nasional dan Internasional

Persoalan APBD, tambah Duma, bukan hanya bagaimana meningkatkan pendapatan, namun bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Medan. “Kalau OPD tidak mampu menjawab pertanyaan berapa anggarannya, untuk apa, apa output-nya, apa outcome-nya dan apa manfaatnya bagi masyarakat, kami berpandangan anggaran tersebut belum layak disebut sebagai anggaran berbasis kinerja,” sebut Duma.

Baca juga:  Tergiur Upah Rp 20 Juta, Pegawai Lapas Medan Ditangkap Bawa 599 Vape Narkoba

Karena itu, lanjut Duma, Fraksi Partai Gerindra meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya menyampaikan daftar kegiatan dan meminta anggaran besar, namun persoalan di lapangan tidak berubah secara signifikan. (SN01)

Berita Terkait

Wali Kota Medan Izinkan Stadion Teladan Jadi Homebase PSMS Medan

SUMUTNEWS.CO,MEDAN -Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas,...

Rico Waas Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis Tangani Ledakan di Grand Polonia

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Pemko Medan mengerahkan alat berat,...

Rico Waas Tegaskan Komitmen Pemko Medan Percepat Penanggulangan TB

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Bersama Wamenkes, dr Benjamin Paulus...

Rico Waas Gagas Kerja Sama Strategis dengan Dubes Belgia

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra...

Rico Waas Hadiri Kenal Pamit Wakapoldasu , Koordinasi dan Sinergi Harus Terus Terjaga

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra...

Berita Terbaru