SUMUTNEWS.CO, Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada 1–10 November 2026.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul peringatan dini cuaca dan iklim dari BMKG untuk Dasarian I November 2026.
Sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar berada dalam kategori Waspada dengan potensi curah hujan mencapai 150–200 milimeter per dasarian.
Sementara lima daerah masuk kategori Siaga dengan curah hujan 200–300 milimeter, yaitu Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang. Belum ada wilayah yang masuk kategori Awas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” ujar Mahyeldi, Senin (2/11/2026).
Mahyeldi menguraikan, sejak tanggal 1 hingga 3 November diperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta Kota Padang dan Pariaman.
“Dari tanggal 4 sampai dengan 6 November, hujan masih mengancam wilayah-wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Solok,” jelasnya.
Kemudian, dari tanggal 7 sampai 10 November potensi hujan diprakirakan meluas kembali ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.
Langkah antisipatif ini penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan melindungi keselamatan masyarakat. (SN11)