SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) diminta meningkatkan kewaspadaan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara menyampaikan informasi adanya dugaan keberadaan Harimau Sumatera di kawasan tersebut dan beredar di kalangan masyarakat pada Jum’at (6/11/2026) siang.
Informasi itu disebarkan melalui grup komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Tapsel. “Izin Pimpinan, menyampaikan laporan dari BKSDA atas keberadaan harimau di sekitar perkantoran kita. Kepada rekan-rekan Pimpinan OPD agar menginformasikan hal ini kepada seluruh staf agar berhati-hati,” bunyi pemberitahuan yang beredar.
Berdasarkan informasi yang diterima, jejak kaki satwa diduga ditemukan berjarak sekitar 50 meter di samping Mapolres Tapsel, dengan arah pergerakan menuju ke dalam kompleks perkantoran Pemkab Tapsel.
Saat ini tim BKSDA bersama jajaran Polres Tapsel sedang melakukan penelusuran posisi satwa serta menyiapkan jalur penggiringan agar harimau dapat kembali secara aman ke habitat aslinya di kawasan hutan Batang Toru.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan diimbau agar tidak panik, tidak mendekati lokasi jejak, serta menghindari beraktivitas sendirian di area kebun atau semak belukar, terutama pada sore hingga malam hari.
Pemerintah daerah juga meminta seluruh ASN dan warga sekitar untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait dan diimbau untuk tidak panik, tidak mendekati jejak, dan tidak beraktivitas di kebun atau area semak sendirian terutama sore dan malam hari.
Spesifikasi Harimau berdasarkan Foto dan Ukuran
Berdasarkan analisis visual dari dokumentasi jejak di lapangan pada foto berikut adalah spesifikasi morfologi serta perkiraan karakteristik individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Ukuran Lebar Tapak: Tapak kaki memiliki rentang lebar sekitar 7,5 hingga 8,5 cm, yang diukur menggunakan skala pembanding bungkus rokok di sisi cetakan.
Jenis Kelamin: Diidentifikasi sebagai betina dewasa atau sub-adult (remaja), karena tapak harimau jantan dewasa umumnya jauh lebih besar dengan lebar melampaui 9 hingga 10 cm.
Fase Usia: Masuk dalam kategori dewasa muda hingga dewasa yang ditandai oleh bentuk cetakan bantalan yang padat dan kuat.
Karakteristik Morfologi: Bentuk keseluruhan tapak membulat dan proporsional, khas kelompok kucing besar (felid). Memiliki empat cetakan jari di depan bantalan tumit yang tebal.
Tidak ada bekas kuku yang tercetak di bagian depan jari, membuktikan kebiasaan alami harimau yang menarik kembali (retract) kukunya saat berjalan di atas substrat berlumpur. (SN)