Gubsu Edy: Cegah Tangkal Paham Radikal, Saat Resmikan Masjid Rafiuddin

SUMUTNEWS.CO – Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap kepada para ulama untuk memberikan pencerahan pada umat tentang indahnya Islam, serta menangkal pemahaman sesat atau paham radikal, yang sampai saat ini masih terjadi. Sehingga peristiwa bom bunuh diri seperti yang terjadi di Makasar, tidak terulang lagi.

“Masjid kembali bertambah di Sumut. Saya berharap dengan semakin bertambahnya rumah ibadah ini, dapat menangkal semua pemahaman yang sesat, yang terjadi selama ini. Umat Islam itu tidak ada radikal dan teroris. Umat Islam yang benar menjalankan ibadah. Memiliki rasa sayang pada semua umat, siapa pun umatnya,” ucap Edy Rahmayadi, saat meresmikan Masjid Rafiuddin, Yayasan Barokah Sumut Pimpinan Tengku Zulkarnaen, di Jalan Tanjung Sari Medan, Selasa (30/3).

Dalam kata sambutannya, Edy juga meminta kepada para guru dan ulama serta pengurus masjid, agar dapat membantu pemerintah perihal kenakalan remaja dan narkoba. Apalagi, katanya, saat ini Sumut sudah nomor satu pada kasus penyalahgunaan narkoba.

“Saya harap bantuan dari guru dan ulama saya, untuk mengajak umat dalam kegiatan di masjid memberikan pemahaman bahaya dari narkoba ini,” katanya.

Kepada para santri Yayasan Barokah, Edy meminta agar semakin tekun dan rajin menimba ilmu agama di pesantren ini. Edy pun berharap akan ada penerus ulama yang lahir dari yayasan asuhan Tengku Zulkarnaen nantinya.

“Rajin-rajinlah belajar anak-anakku. Kalian adalah penerus kami, dan saya harap kalian lah penerus ulama,” katanya.

Sementara Pimpinan Yayasan Barokah Sumut Tengku Zulkarnaen dalam kata sambutnya menyampaikan sejarah masjid dan area yayasan, yang dahulunya merupakan kediaman pribadi dan sudah lama tidak digunakan. Saat ini telah dibangun pesantren Tahfiz Quran, yang kemudian memperluas area lahan dengan bantuan keluarga dan masyarakat untuk membelinya hingga terbangun masjid tersebut.

Mengenai peristiwa bom bunuh diri di Makasar, Tengku Zulkarnaen juga mengecam tindakan tersebut, seraya menyatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah ajaran Islam. “Barang siapa membunuh satu nyawa tanpa hak dan putusan pengadilan, maka yang membunuh mendapat dosa seperti membunuh manusia satu dunia,” katanya.

Tengku Zulkarnaen juga menolak peristiwa yang dilakukan oleh oknum tersebut dikaitkan dengan Islam. “Itu bukan ajaran Islam dan saya keberatan jika ini dikaitkan dengan Islam dan mengatasnamakan Islam. Islam adalah Rahmatan Lil Alamin,” katanya.

Baca juga:  Bupati Deli Serdang Terima Penghargaan Bappenas, Raih Terbaik 2 Nasional Kategori Kabupaten

Editor: ARI

Berita Terbaru

Musim Panen Zaitun Berdarah, Kabinet Palestina Catat 102 Serangan Pemukim dalam Dua Minggu Terakhir

SUMUTNEWS.CO, Ramallah - Kabinet Palestina dalam sidang mingguannya di Ramallah,...

Bupati Madina Minta KONI Siapkan Cabor Unggulan untuk Porprov 2026

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah...

Beredar Narasi Jenderal Houthi Kabur Menyamar Pakai Pakaian Wanita, Belum Ada Verifikasi Resmi dan Diduga Hoaks

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Unggahan yang mengklaim seorang komandan tinggi...

Anatomi Aroma, Kesehatan Genital, dan Panduan Teknis Keintiman Suami Istri

Penulis: Nilawati Laurence Pengantar Di dalam ruang privat pernikahan, perbincangan mengenai...

AI Hanya Juru Ketik & Pembantu Penyusunan: Saat Gagasan dan Editing Mutlak Tetap di Tangan Manusia

Oleh: Nilawati Lawrence Gempuran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam...

Berita Terkait