M. Djamir Panggabean: Pejuang Kemerdekaan yang Menyebarkan Proklamasi hingga ke Pelosok Tapanuli

Letkol ( Purn) M Djamir Panggabean. Arsip: Keluarga Tantawi Panggabean. Foto diperbaharui berwarna secara digital

Penulis: Tantawi Panggabean
Wartawan & Sastrawan

Padangsidimpuan — Di tengah deretan pahlawan kemerdekaan yang namanya terukir dalam sejarah bangsa, terdapat sosok yang tak hanya mengangkat senjata, tetapi juga mengangkat pena dan suara untuk menyebarkan api kemerdekaan di tanah kelahirannya.

Ia adalah Letnan Kolonel (Purnawirawan) M. Djamir Panggabean, S.H., pejuang kemerdekaan kelahiran Sibolga, 1 Mei 1918, yang dikenal sebagai tokoh sentral pergerakan kemerdekaan dari wilayah pesisir Tapanuli.

Sepanjang hidupnya, Djamir Panggabean mengabdikan diri untuk perjuangan bangsa. Ia bukan sekadar pejuang di medan tempur, melainkan juga pendidik, jurnalis, dan tokoh pers yang meyakini bahwa kemerdekaan itu harus diperjuangkan, bukan sekadar diterima begitu saja.

Prinsip hidupnya tertulis dalam kalimat penuh makna, yaitu “Kemerdekaan itu direbut, bukan dihadiahkan.”

Djamir Panggabean menempuh pendidikan dan menjadi guru Muhammadiyah sebelum akhirnya sepenuhnya terjun ke dunia perjuangan.

Sejak masa pendudukan Jepang, ia mulai membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kemerdekaan.

Tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan, pada 17 Agustus 1945, Djamir bersama sejumlah tokoh lainnya menyusun tekad dan segera menyebarkan berita proklamasi hingga ke pelosok Tapanuli, menyuarakan kemerdekaan kepada seluruh rakyat.

Perjalanan bersejarah itu membawanya menyusuri jalur Sibolga–Barus, menyebarkan semangat kemerdekaan dari satu desa ke desa lain, dari satu kota ke kota lain. Ia tak segan berjalan kaki demi menyampaikan kabar bahwa Indonesia telah merdeka.

Selain berjuang menyebarkan berita proklamasi, Djamir Panggabean juga mengukir sejarah di dunia pers. Ia mendirikan dan memimpin sejumlah media perjuangan, antara lain surat kabar “Soeara Nasional” dan “Berjuang”.

Melalui tulisan-tulisannya, ia membangkitkan kesadaran nasional, mengkritik penjajahan, serta menyebarkan gagasan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan harus diperjuangkan hingga titik darah penghabisan.

Media yang dikelolanya menjadi ruang aspirasi sekaligus senjata untuk menyatukan tekad masyarakat Tapanuli dalam mendukung kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemikiran Djamir Panggabean melampaui zamannya. Ia menyuarakan gagasan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu gerbang menuju kemajuan bangsa.

Pemikirannya yang tertuang dalam berbagai tulisan dan pernyataan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang membangun bangsa.

Setelah masa kemerdekaan terjaga, ia pun tak lelah berkarya. Ia turut berperan dalam pengelolaan pemerintahan hingga menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), serta terus berkontribusi menjaga keutuhan dan kemajuan daerahnya.

Kontribusi besar M. Djamir Panggabean bagi bangsa dan daerahnya tercatat dalam sejarah, antara lain:

– Menyebarkan Proklamasi Kemerdekaan ke seluruh pelosok Tapanuli
– Menggugah kesadaran rakyat agar berani mempertahankan kemerdekaan
– Menjaga keutuhan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dari ancaman perpecahan
– Menggalang masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan di wilayah Tapanuli Tengah
– Menyumbang gagasan dan pemikiran demi kemajuan daerah
Terlibat dalam penyusunan perencanaan pembangunan wilayah Sumatera Utara

Perjuangan Djamir Panggabean mengajarkan kita bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang jatuh begitu saja, melainkan hasil pengorbanan, tekad yang kuat, dan kerja keras seluruh elemen bangsa.

Warisan perjuangannya menjadi pengingat bagi generasi penerus yaitu, perjuangan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang menjaga kemerdekaan dan membangun bangsa untuk masa depan. (Nas)

Pos terkait