Pengamat: Data Pertahanan dan Keamanan Harus Dijaga Kerahasiaanya

MEDAN, SUMUTNEWS.CO – Pengamat Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah menegaskan, data pertahanan dan keamanan harus dijaga kerahasiaanya. Tidak bisa sembarangan dibuka ke publik.

Dia menilai, apa yang dilakukan Prabowo Subianto saat debat capres ketiga beberapa hari lalu dinilai sudah tepat. Prabowo dengan tegas tidak menyampaikan data yang kerahasiaanya tetap terjaga meskipun mendapat desakan dari kedua capres lain.

“Data pertahanan dan keamanan bersifat kongidensial dan sangat rahasia. Sehingga aksesnya sangat terbatas,” tegas Rezasyah dalam sebuah wawancara dengan media.

Menurutnya, Prabowo tentunya punya data dan paham betul data tersebut bersifat konfidensial. Meskipun dirinya bisa membagi dua data tersebut, yakni umum dan konfidensial, tapi dirinya memilih tidak dengan alasan menjaga kerahasiaan negara.

Baca juga:  11 Jamaah Umroh Padangsidimpuan Gagal Berangkat, Travel ABI Diduga Menghilang, Rp330 Juta Terancam Hilang

Sementara itu, Ketua TKD Prabowo – Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengatakan, Prabowo mengerti konsekuensi yang dihadapi apabila memenuhi keinginan capres lain dalam umbar data. ā€œPak Prabowo pastinya tahu bahaya yang dihadapi apabila data pertahanan kita disebarluaskan. Pak Prabowo juga sudah bilang data yang dibawa kedua capres itu keliru dan akan membukanya di lain kesempatan, ” ungkap pria yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI nomor urut 2 dapil Sumut 1 dari Partai Gerindra ini.

Baca juga:  SBY: Soroti Keriuhan Politik Tanah Air, Minta Prabowo Hidupkan Kembali Politik Berkeadaban

Menurutnya, data yang sifatnya konfidensial hanya boleh dibuka oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan keahlian dalam data tersebut. Selain itu, orangnya juga harus tersumpah. “Tidak sembarangan data pertahanan dan keamanan negara itu,ā€ tambah pria yang juga menjabat sebagai ketua HIPMI Sumut tersebut.

Dia menambahkan, pernyataan calon presiden lain bahwa tidak perlu ada rahasia dalam pertahanan negara adalah keliru. Tawaran yang diberikan oleh Prabowo merupakan satu-satunya tawaran yang solutif apabila para capres benar-benar ingin tahu data konkretnya.

ā€œPak Prabowo sudah mengundang mereka untuk membuka data di ruang lain karena memang tidak pantas mengumbar kekurangan pertahanan di ranah umum. Kita tunggu saja jawaban mereka. Kalau mereka menolak, berarti mereka hanya ingin mengeksploitasi kinerja Pak Prabowo. TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara dan beberapa ahli terkait juga sepakat bahwa data ini bersifat konfidensial dan sangat dijaga kerahasiaannya,” tambahnya.(****)

Baca juga:  Polri Tetapkan 3 Anggota Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal

#PrabowoGibran
#TKDSumut
#TKD02
#TKDPrabowoGibran
#AdeJonaPrasetyo

Berita Terkait

Kredit Start-Up Milenial Prabowo – Gibran Bakal Atasi Persoalan Sulitnya Lapangan Pekerjaan

MEDAN - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2,Gibran Rakabuming...

Perdana Menteri Anwar Ibrahim Sebutkan Ancaman Aktivitas Intelijen Israel di Thailand: Ancaman Regional

SumutNews.co, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim...

KAMI Desak Gubsu Edy Evaluasi Riswan Soal Dugaan Nepotisme Seleksi Honorer BPPRD

)SUMUTNEWS.CO - Medan |Direktur Eksekutif Kaum Milenial Indonesia (KAMI)...

Pasca Debat, Elektabilitas Prabowo – Gibran Tembus 50,2%, Kemenangan Satu Putaran Semakin Dekat

MEDAN, SUMUTNEWS.CO - Elektabilitas pasangan capres -cawapres nomor urut...

Kepengurusan Baru Terbentuk, Golkar Sumut Langsung Tancap Gas Konsolidasi

SUMUTNEWS.CO, Medan - DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut)...

Berita Terbaru