Tanggapi Moeldoko, Din Syamsuddin : Tak Perlu Mengancam, KAMI Bukan Pengecut

SUMUTNEWS.CO – Jakarta | Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, menyebut KAMI adalah sekolompok kepentingan dan meminta KAMI jangan mengganggu stabilitas politik. Moeldoko bahkan mengancam negara akan buat perhitungan jika KAMI paksakan kehendak.

Menanggapi itu, Presidium KAMI, Din Syamsuddin, mengatakan seharusnya pemerintah tak perlu melemparkan ancaman kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

“KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar ancaman kepada rakyat. Pada era demokrasi modern dewasa ini arogansi kekuasaan, sikap represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman,” kata Din dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10).

Eks Ketum PP Muhammadiyah itu mengatakan KAMI akan semakin berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat, apabila mendapatkan ancaman dari pihak lain. Dia menyebut KAMI bukanlah kumpulan orang pengecut.

“Bagi KAMI semakin mendapat tantangan dan ancaman akan menjadi pelecut untuk tetap beristikamah dalam perjuangan,” ucap Din.

“KAMI bukan kumpulan orang-orang pengecut, karena para insan yang bergabung dalam KAMI adalah mereka yang menyerahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dan hanya takut kepada-Nya.”- Din Syamsuddin

Din pun mempertanyakan maksud Moeldoko yang meminta KAMI menyampaikan aspirasi melalui jalur hukum. Menurutnya, menyampaikan aspirasi di muka umum merupakan hak warga negara yang diatur UU.

“KAMI bertanya tentang jalur hukum apa yang dimaksud Bapak KSP Moeldoko? Bukankah penyampaian aspirasi oleh rakyat adalah sesuai dengan Hukum Dasar yaitu UUD 1945 yang memberi kepada rakyat warga negara kebebasan berserikat dan berpendapat, termasuk untuk menyampaikan pendapat di depan umum?,” ucap Din.

“Ataukah mungkin permintaan untuk menyampaikan aspirasi lewat jalur hukum adalah agar KAMI menggugat Pemerintah atas pelanggaran konstitusional yang dilakukannya? Suatu hal yang dapat dilakukan namun belum dipikirkan,” sambung dia.

Lebih lanjut, Din yang kini menjabat Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu itu pun menjelaskan sejumlah kepentingan KAMI kepada Moeldoko, yakni mengingatkan pemerintah fokus tangani COVID-19, mengingatkan pemerintah fokus tangani korupsi hingga mengingatkan pemerintah mengatasi ketidakadilan ekonomi.

“Itulah sebagian dari sekumpulan kepentingan KAMI yang pada intinya KAMI berkepentingan agar pemerintah dan jajarannya termasuk KSP bekerja bersungguh-sungguh mengemban amanat rakyat, karena gaji yang diperoleh berasal dari uang rakyat,” tandas Din.

Baca juga:  Intip Profil Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR yang Viral Usai Ucap “Bacot Kamu”

Dilansir dari kumparan

Editor: ARI

Berita Terbaru

Data Mencekam: 30 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat Sepanjang 2026, Angka Melampaui Tahun-Tahun Sebelumnya

SUMUTNEWS.CO, Medan — Situasi di Tepi Barat yang diduduki semakin...

Kecam Keras Kekerasan di Siabu, Ketua DPRD Madina: Usut Tuntas dan Evaluasi Keamanan Tugas Anggota Dewan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina),...

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Desa Percontohan Ekonomi Produktif

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok...

Sengketa Warisan Diduga Pemicu Penikaman Anggota DPRD Madina di Siabu

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Anggota DPRD Madina Ditikam saat Mengantar Jenazah di TPU Siabu, Pelaku Diamankan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Berita Terkait