Kritik BIN Umumkan Dalang Kerusuhan Aksi, Fahri Hamzah: Harusnya Lapor Presiden, Bukan ke Publik

SUMUTNEWS.CO – Jakarta | Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ditolak berbagai kalangan buruh dan mahasiswa di Indonesia.

Sebagian elemen masyarakat dari kalangan buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak UU tersebut.

Namun sangat disayangkan, di hari terakhir aksi demo tersebut berakhir ricuh karena terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum pun turut menjadi korban amukan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terkait kejadian tersebut, Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto mengaku, sudah mengantongi siapa aktor-aktor yang membiayai hingga yang memobilisasi massa, sehingga terjadi pembakaran fasilitas umum dalam demonstrasi UU Ciptaker di Jakarta.

Aparat keamanan masih terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk dibawa ke ranah hukum.

Bukti-bukti dan saksi yang sangat kuat diperlukan untuk menyeret aktor di balik demo rusuh.

“Kalau itu sudah (dalang). Hanya sekarang kan persoalannya harus tahu landasan hukumnya. Kalau misalnya dibawa ke persidangan kan itu harus ada suatu korelasi dari bukti-bukti yang ada,” kata Wawan, sebagaimana dikabarkan bekasi.pikiran-rakyat.com dalam artikel, “BIN Umumkan Dalang Aksi Demo Ricuh, Fahri Hamzah: Seharusnya Dilaporkan ke Presiden, Bukan ke Publik”.

Menurut Wawan, aparat keamanan saat ini masih terus mendalaminya dengan mengumpulkan informasi terkait demo rusuh tersebut.

Baca juga:  Mahfud MD Soroti Diksi Putusan MA Soal Suket Gibran: Berlaku Retroaktif dan Batal Sejak Awal


Cari

HOME NEWS
Fahri Hamzah Kritik BIN Umumkan Dalang Kerusuhan Aksi: Harusnya Lapor Presiden, Bukan ke Publik
Tim Potensi Bisnis 2
12 Oktober 2020, 19:59 WIB

Ilustrasi aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja. /Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc./
“Kalau itu sudah (dalang). Hanya sekarang kan persoalannya harus tahu landasan hukumnya. Kalau misalnya dibawa ke persidangan kan itu harus ada suatu korelasi dari bukti-bukti yang ada,” kata Wawan, sebagaimana dikabarkan bekasi.pikiran-rakyat.com dalam artikel, “BIN Umumkan Dalang Aksi Demo Ricuh, Fahri Hamzah: Seharusnya Dilaporkan ke Presiden, Bukan ke Publik”.

Menurut Wawan, aparat keamanan saat ini masih terus mendalaminya dengan mengumpulkan informasi terkait demo rusuh tersebut.

Baca Juga: Tegas! Iwan Fals Duga Dalang Demo UU Ciptaker Adalah Presiden, Jika Pemerintah Tak Bongkar

Baca Juga: Rasakan Sensasi SuperSmooth RELX Infinity Hanya Rp 135.000

Aparat tengah menyusuri massa yang diamankan untuk mendapat informasi siapa yang membiayai dan merekrut mereka untuk bergerak ke Ibu Kota.

“Kemudian juga dari siapa yang meng-hire di lapangan untuk mengajak para peserta bergerak ke Jakarta dari daerah-daerah yang lain juga diperoleh. Sehingga nanti tinggal kita sinkronisasi kemudian pembuktian serta juga keterangan saksi maupun keterangan dari pelaku serta juga data pendukung lainnya, termasuk juga keterangan ahli,” tutur Wawan.

Menanggapi keterangan dari Juru Bicara BIN, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menyayangkan sikap BIN terkait penyampaian informasi dalang kerusuhan demo menolak UU Cipta Kerja.

Baca juga:  Demo Mahasiswa Trisakti di Istana Negara, Bawa 'Tritura' Tuntut Penegakan Supremasi Sipil

Menurut Fahri Hamzah, seharusnya BIN menyampaikan informasi intelijen kepada presiden, bukan kepada publik.

Dia juga mengingatkan BIN agar disiplin dalam bekerja dan menjaga prinsip kerja intelijen.

“BIN tidak dibolehkan menyiarkan informasi intelijen kepada publik. BIN tugasnya hanya memberikan informasi kepada presiden (sebagai single user). BIN harus disiplin dengan prinsip kerja intelijen di negara demokrasi. Please!,” kata Fahri Hamzah.***(Rika Fitrisa/Bekasi.Pikiran-rakyat.com)

Baca juga:  Nomor Presiden Disadap, Mantan Kapolri & Dua Jenderal Ditahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dikutip dari potensibisnis.com

Editor: ARI

Berita Terkait

Mantan Kapolda Sumut Dilantik Jadi Kabareskrim

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Komjen Agus Andrianto mantan Kapolda...

Personil TNI Bantu Evakuasi Ibu yang Terserang Stroke di Perbatasan Papua

SUMUTNEWS.CO, Keerom- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti membantu...

Pastikan Keselamatan Warga Pasca-Gempa Flores, Kapolres Sumba Timur Sisir Pemukiman dan Fasilitas Umum

Sumba Timur - Sumutnews.co - Menyusul guncangan hebat gempa...

GNPF Sumut Sindir Jokowi Tak Tunda Pilkada: Jangan Gegara Anak-Mantu Maju

SUMUTNEWS.CO - Medan | Pemerintah melalui Juru Bicara Presiden...

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK)...

Berita Terbaru