Demo Mahasiswa Trisakti di Istana Negara, Bawa ‘Tritura’ Tuntut Penegakan Supremasi Sipil

SumutNews.co-JAKARTA — Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi menuju kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam unjuk rasa ini, para mahasiswa membawa tiga poin aspirasi utama yang mereka sebut sebagai Tiga Tuntutan Rakyat atau “Tritura”.

Massa aksi dilaporkan mulai berkumpul di titik awal, yakni Kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, sejak pukul 10.00 WIB. Dari Grogol, barisan mahasiswa melakukan pergerakan (long march) menembus sejumlah ruas jalan di Jakarta menuju kawasan Patung Kuda dan Istana Negara, Jakarta Pusat, sebagai titik pusat penyampaian aspirasi.

Baca juga:  Revisi UU Pemilu Belum Rampung, Ahmad Doli Kurnia Usul Pembentukan Pansel Ditunda atau Pemerintah Terbitkan Perppu

Aksi unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk kritik terhadap pengelolaan negara dan evaluasi dua tahun jalannya pemerintahan.

Menurut Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti, saat ini Indonesia dinilai sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

“Atas nama pengabdian, ambisi dipelihara. Atas nama stabilitas, kritik dibungkam. Atas nama rakyat, kekuasaan dijalankan tanpa selalu mendengar jeritan mereka,” tutur perwakilan Kepresma Universitas Trisakti dalam seruannya.

Mahasiswa juga secara tegas menolak adanya hukum yang dipermainkan di panggung politik serta jabatan yang dijadikan tameng untuk melindungi ketidakadilan.

Baca juga:  Di Tengah Defisit APBN, 36 Penasihat Presiden Disorot, Warga Ajukan Uji Materiil ke MK

Dalam aksi turun ke jalan hari ini, terdapat tiga tuntutan utama (Tritura) yang disuarakan oleh mahasiswa Trisakti, yaitu:

Pemulihan Ekonomi dan Ekologi Nasional Menuntut pemulihan secara menyeluruh di sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.

Evaluasi Pejabat Kabinet RI: Memberantas inkompetensi pejabat negara serta menghapus praktik rangkap jabatan di lingkungan pejabat publik.

Penegakan Supremasi Sipil: Menekankan prinsip tegaknya supremasi sipil murni dalam penyelenggaraan negara.

Guna mengawal jalannya aksi, aparat kepolisian telah disiagakan di sejumlah titik rawan di pusat kota, termasuk pengalihan arus lalu lintas situasional di ruas-ruas jalan yang menuju Istana Negara demi mengantisipasi kepadatan kendaraan. Hingga sore hari, massa masih menyuarakan tuntutannya dan belum ada tanggapan resmi yang terkonfirmasi dari pihak pemerintah. (SN08)

Berita Terbaru

PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau dalam Simposium TI Hulu Migas 2026

Sumutnews.co, Yogyakarta— PLN Icon Plus menghadirkan solusi digital dan...

Tata Cara Sholat Taubat Lengkap Lengkap dengan Doa dan Waktu Pelaksanaan

SUMUTNEWS.CO- Bagi umat Muslim, salah satu cara untuk menggugurkan...

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Wali Kota Medan Pimpin Rapat Koordinasi “Jangan Sampai Kita Kalang Kabut”

SUMUTNEWS.CO, MEDAN- Belajar dari pengalaman pahit banjir yang melumpuhkan...

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Icon Plus Sumbagut Satukan Semangat untuk Kelistrikan Indonesia

Sumutnews.co, Medan – PLN Icon Plus Regional Strategic Business...

Ronny, Mahasiswa USU dengan 24 Gelar Juara Karya Ilmiah Nasional dan Internasional

Sumutnews.co, Medan — Di balik 24 gelar juara karya...

Berita Terkait