SUMUTNEWS.CO, Singapura – Pemerintah Singapura memastikan stabilitas pasokan energi domestik tetap terjaga menyusul penurunan pengiriman gas alam dari Indonesia.
Otoritas setempat menyatakan berkurangnya pasokan dari Indonesia berada dalam skala yang kecil dan dapat ditutup oleh sumber energi pengganti.
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng mengungkapkan bahwa pemotongan pasokan gas tersebut berjumlah 17 miliar British Thermal Unit per hari (BBTUD) selama periode 18 hari.
Jumlah tersebut mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian sektor pembangkit listrik di Singapura.
“Saya ingin menenangkan dan meyakinkan seluruh warga Singapura bahwa kami memiliki pasokan gas yang memadai untuk memenuhi permintaan,” ujar Tan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (25/20/2026) di Singapura.
Ia meminta masyarakat tidak panik karena kondisi serupa pernah ditangani tanpa kendala teknis.
Tan menjelaskan pengadaan gas antara kedua negara diatur melalui skema bisnis ke bisnis antara importir Singapura, Gas Supply Private Limited (GSPL), dan pemasok di Indonesia.
Menurut dia, GSPL akan meminta klarifikasi mengenai potensi wanprestasi sekaligus menuntut kompensasi komersial sebagaimana klausul yang tercantum dalam kontrak.
Untuk menutup kekurangan pasokan, Singapura memanfaatkan diversifikasi pasokan gas alam cair atau LNG dari berbagai negara.
Fasilitas terminal LNG siaga telah dipersiapkan dan Singapore Gasco disiagakan untuk mengimpor kargo LNG tambahan jika diperlukan.
Pemerintah Singapura juga mewajibkan setiap perusahaan pembangkit tenaga listrik memelihara cadangan solar yang memadai sebagai lapis pertahanan cadangan.
Selain pengamanan jangka pendek, Singapura sedang membangun terminal LNG kedua guna memperkuat diversifikasi bauran energi nasional dalam jangka menengah.
Tan menegaskan ketahanan energi merupakan prioritas vital bagi kelangsungan industri dan rumah tangga di Singapura.
“Kami telah menangani penurunan pasokan seperti ini di masa lalu tanpa insiden apa pun, dan pemerintah akan terus memastikan keandalan serta ketahanan pasokan energi Singapura,” kata Tan. (SN17)