Mobil Diduga Pelansir BBM Terbakar Lagi di Padangsidimpuan, GAPERTA: Usut Mafia BBM di Balik Kejadian Ini

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Satu unit angkutan kota (angkot) diduga pelansir bahan bakar minyak (BBM) terbakar hebat di Jalan Alboin Hutabarat, Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kota Padangsidimpuan, pada Minggu (25/10/2026) malam.

Kobaran api yang membumbung tinggi sempat memicu kepanikan warga dan sempat dikabarkan nyaris merambat ke bangunan warga di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan warga, api muncul secara tiba-tiba dari bagian dalam kendaraan dan membesar dengan sangat cepat. Asap hitam pekat membumbung tinggi, membuat lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat.

Dugaan sementara, kebakaran berkaitan erat dengan muatan BBM jenis solar yang diduga diangkut secara tidak resmi di dalam kendaraan tersebut.

Baca juga:  Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan: 3,4 Kg Ganja Diamankan, 22 Orang Dites Urine

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan segera dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja cepat petugas, dibantu personel Polres Padangsidimpuan dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke bangunan di sekitarnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengamankan TKP dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti serta adanya kerugian material maupun korban jiwa.

Kebakaran Serupa Terulang, GAPERTA Sorot Keras

Insiden ini memicu perhatian luas, terlebih karena belum lama berselang terjadi kebakaran serupa di Desa Manunggang Julu yang juga melibatkan kendaraan diduga mengangkut BBM ilegal.

Baca juga:  Pelantikan Pengurus NNB Marsada Huta Lombang, Pemko Padangsidimpuan Ajak Pemuda Jadi Benteng Perangi Narkoba

Ketua Umum DPP Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA), Stevenson Ompu Sunggu, menyampaikan sorotan tajamnya atas insiden tersebut.

“Belum hilang ingatan publik soal Manunggang Julu, kini kejadian serupa terulang. Pertanyaan kami sangat sederhana, SPBU mana yang mengisi solar sebanyak ini ke angkot? Siapa pemilik kendaraan dan siapa sebenarnya yang berada di belakang layar? Dan kenapa praktik ini selama ini bisa lolos dari pengawasan dan razia?” tegas Steven kepada wartawan.

Baca juga:  Staf Ahli Wali Kota Padangsidimpuan Dorong Lulusan STIKes SENTRAL Terus Tingkatkan Kompetensi

Ia meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penanganan di lokasi kejadian saja. “Jangan hanya memasang garis polisi lalu kasus hilang begitu saja. Kami meminta Kapolres Padangsidimpuan untuk menindak tegas dan menangkap para pelaku mafia peredaran BBM bersubsidi ini, bukan hanya diam pada bangkai kendaraannya saja,” tuntutnya. (SN11)

Berita Terbaru

Tekanan di Yerusalem, Keluarga Palestina Dipaksa Hancurkan Rumah Sendiri

SUMUTNEWS.CO, Yerusalem — Sebuah keluarga Palestina terpaksa merobohkan rumah...

Singapura Pastikan Pasokan Energi Domestik Aman, Indonesia Pangkas Pasokan Gas

SUMUTNEWS.CO, Singapura – Pemerintah Singapura memastikan stabilitas pasokan energi...

Pasokan Berkurang, Singapura Tuntut Pemasok Asal Indonesia Patuhi Kontrak

SUMUTNEWS.CO, Singapura – Pemerintah Singapura menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap...

Rakerwil KAHMI Sumut, Syahrul dan Rusdi Tekankan Soliditas serta Kolaborasi, RM Syafi’i Susun Program Realistis

SUMUTNEWS.CO, Medan - Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa...

DOA SUNYI DISAJADAH USANG

Oleh : Moechtar Nasution Direktur Forum Lintas Studi Tulila* Kita adalah...

Berita Terkait