Ketua Komisi III DPRD Dorong PUD Pembangunan Cari Investor untuk Medan Zoo

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, menilai penutupan Medan Zoo bukanlah sebuah pilihan yang layak untuk dimasukkan ke dalam daftar list solusi untuk dipertimbangkan. Dia mendorong Pemerintah Kota Medan dan PUD Pembangunan untuk mencari investor di Medan Zoo.

“Kita memang sangat prihatin dengan kondisi Medan Zoo saat ini. Tapi saya tegaskan, penutupan (Medan Zoo) bukanlah opsi yang layak untuk dipertimbangkan,” ungkap Afif Selasa (16/1/2024).

Menurutnya, kondisi Medan Zoo yang memprihatinkan seharusnya menjadi kondisi yang membuat Pemko Medan semakin bekerja keras dalam mempertahankan keberadaan Kebun Binatang milik Pemko Medan tersebut.

“Masih banyak opsi yang lain yang harus diupayakan dengan maksimal. Kita sangat menyayangkan kalau pemerintah sampai memasukkan opsi penutupan Medan Zoo ke dalam list pilihan solusi yang dipertimbangkan. Kalau pemerintah saja sudah menyerah, ya mau bagaimana lagi nasib Medan Zoo itu,” imbuhnya.

Baca juga:  Bobby Nasution dan Jajaran Sambangi Kejati Sumut Untuk Perkuat Kolaborasi Strategis dan Konsolidasi 2027

Seyogiyanya Pemko Medan harus sudah mengantisipasi kondisi Medan Zoo yang semakin memprihatinkan tersebut sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, kesulitan demi kesulitan memang sudah dialami Medan Zoo sejak lama, namun belakangan ini kondisi Medan Zoo semakin memprihatinkan.

“Kita sebenarnya sejak lama kan sudah mendorong agar Pemko Medan dan PUD Pembangunan segera mencari investor atau membuka kerjasama dengan pihak ketiga. Tapi sayangnya sampai sekarang kita tidak melihat ada investor yang mau bekerjasama untuk mengelola Medan Zoo,” tambahnya.

Baca juga:  Truk Pengangkut Kayu Berterpal Biru Melintas Beriringan di Parapat, Pengawasan Dipertanyakan

Bila belum juga mendapatkan investor yang bersedia mengelola Medan Zoo, pihaknya di Komisi III juga sudah memberikan opsi agar Medan Zoo dapat bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, baik lokal maupun nasional agar mau menjadi ‘bapak asuh’ untuk setiap jenis satwa yang ada di Medan Zoo.

“Misalnya perusahaan A jadi bapak asuh satwa gajah, perusahaan B jadi bapak asuh satwa rusa, perusahaan C jadi bapak asuh satwa harimau, dan seterusnya. Setiap bapak asuh memberikan sumbangan pakan dan obat-obatan secara rutin setiap bulannya, bisa lewat dana CSR atau dalam bentuk sumbangan. Jadi tidak ada istilah satwa makan tidak makan, bahkan Medan Zoo sampai utang pakan seperti saat ini,” bebernya.

Baca juga:  Sekolah di Sumut Belajar Online Mulai Besok Imbas Asap Karhutla

Kondisi tidak jalannya sejumlah opsi tersebut, lanjut Afif, merupakan bukti kurang baiknya kolaborasi yang ada di lingkungan Pemko Medan, khususnya kolaborasi PUD Pembangunan dengan pihak-pihak swasta.

“Seharusnya opsi-opsi itu berjalan maksimal, itulah makna kolaborasi yang sesungguhnya. Kalau kondisi Medan Zoo seperti saat ini, ya artinya kolaborasi itu tidak berjalan dengan baik,” tukasnya. (SN01)

Berita Terbaru

Resmi Hari ini Paris Larang Demonstrasi Usai Kerusuhan Meluas dan Macron Sentil Donald Trump

SumutNews.co, Paris – Kepolisian Prancis resmi melarang unjuk rasa...

SANG RATU ADIL: NOTONAGORO INDONESIA UNTUK DUNIA (EPS-7)

Esai Reflektif Spiritual Bersambung Episode 7: Prahara Sundaland: Air dan Diaspora...

Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakati Pakta Kerja Sama Pertahanan

Sumutnews, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia resmi memperkuat poros...

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padangsidimpuan Gelar Pasar Murah di Alaman Bolak

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar Gerakan Pangan Murah...

Longsor Ulang di Jalan Sipirok–Tarutung, Satgas PRR Turun Langsung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)...

Berita Terkait