Medan, SUMUTNEWS.CO – Dunia musik internasional berduka mendalam. Penyanyi sekaligus pencipta lagu legendaris dunia musik negara (country), Dolly Parton, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026, di kota Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, di usia tepat memasuki 80 tahun. Kabar ini disampaikan resmi lewat pernyataan perwakilannya yang dikutip kantor berita The Associated Press.
“Parton meninggal dunia dengan tenang pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat,” bunyi pernyataan resmi dari pihak humas keluarga. Hingga pengumuman ini disampaikan, penyebab pasti kematiannya belum dijelaskan lebih rinci maupun diumumkan kepada publik.
Sepanjang hidupnya, Dolly Rebecca Parton dikenal luas berkat suara khas penuh getaran atau vibrato, penampilan yang tak terlupakan—berambut pirang bergaya ikonik, busana mencolok, serta selera humor yang cerdas dan merendah—sekaligus menjadi sosok yang dicintai melintasi batas usia, benua, maupun pandangan politik. Ia mampu menyentuh hati jutaan orang tanpa sekat, baik melalui karya musik maupun kepedulian sosial yang tulus.
Sebagai penulis lagu yang luar biasa produktif, Parton menciptakan ratusan karya abadi—di antaranya lagu‑lagu yang kini menjadi milik dunia seperti Jolene, Coat of Many Colors, hingga I Will Always Love You. Secara keseluruhan, album dan lagunya telah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia, sementara jumlah pemutaran daring tembus melampaui angka 1 miliar kali. Saat tampil di panggung, ia terlihat memainkan berbagai alat musik yang dihias indah mulai dari banjo, gitar, hingga dulcimer—sering kali dibarengi penampilan kuku panjang yang juga menjadi ciri khasnya.
Tak hanya musisi jenius, Dolly Parton juga dikenal luas sebagai pengusaha tangguh sekaligus dermawan yang murah hati. Ia membangun berbagai usaha, salah satunya berupa taman hiburan populer di kawasan Pegunungan Smoky Mountain, tak jauh dari tempat kelahirannya. Puncak bakti sosialnya terwujud lewat yayasan pendidikan bernama Imagination Library, yang setiap bulan mengirimkan buku bacaan gratis bagi anak‑anak—pertama kali di Tennessee lalu berkembang luas—sejak masa balita hingga masuk sekolah. Ide mulia ini muncul mengenang ayahnya yang berhenti sekolah muda demi bekerja di ladang dan kesulitan membaca dan menulis.
Kariernya tumbuh dari akar sederhana: lahir sebagai salah satu dari 12 bersaudara di keluarga yang hidup serba kekurangan di pedesaan Tennessee, ia mulai bernyanyi dan tampil pertama kali di gereja tempat kakeknya melayani sebagai pendeta. Usia 10 tahun sudah tampil di televisi lokal sambil belajar gitar; berusia 13 tahun naik panggung legendaris Grand Ole Opry, di mana penyanyi besar Johnny Cash sendiri yang memperkenalkannya kepada hadirin.
Segera setelah lulus sekolah menengah tahun 1964, ia membawa koper penuh lagu ciptaannya dan berangkat ke Nashville bersama pamannya, penulis lagu Bill Owens. Di sana ia ditemukan dan dibimbing produser Fred Foster—yang juga pernah menangani karier Roy Orbison serta Willie Nelson—yang membantu karyanya dinyanyikan penyanyi lain sekaligus merekam suaranya sendiri. Menjelang pertengahan tahun 1970‑an, nama Dolly Parton sudah bersinar terang dan diakui luas sebagai salah satu “Ratu Musik Nashville”.
Kini, meski sosoknya telah berpulang, suara, cerita, serta kebaikan hatinya akan terus diwariskan dan dinikmati generasi‑generasi yang datang sesudahnya.





