Peringatan Hilangnya Jati Diri: Pelestarian Adat & Budaya Padangsidimpuan Kian Terabaikan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Kondisi pelestarian adat istiadat, budaya, dan seni di Kota Padangsidimpuan, dinilai berada dalam situasi yang memprihatinkan.

Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati budaya menyoroti memudarnya perhatian terhadap warisan leluhur, di saat generasi muda perlahan kehilangan ruang untuk mengenal identitas asli mereka.

Kekayaan seni tradisional khas Angkola-Mandailing yang dahulu kerap mewarnai berbagai kegiatan adat dan sosial kini kian jarang dipentaskan.

Sanggar-sanggar seni yang masih bertahan pun menghadapi keterbatasan serius, mulai dari minimnya pembinaan, fasilitas yang kurang memadai, hingga dukungan pendanaan yang tidak berkelanjutan.

Baca juga:  Jaminan Sosial dan Profesionalisme Jadi Prioritas, Ini Pesan PWI Sumut Jelang Kepengurusan Baru Tabagsel

Tokoh dan penggiat budaya menegaskan bahwa upaya pelestarian tidak boleh sebatas tampil di peringatan hari besar atau seremoni pemerintahan semata. Diperlukan program nyata dan menyeluruh agar nilai-nilai adat tetap hidup dan bernapas di tengah keseharian masyarakat.

“Jika tidak dirawat dan ditanamkan sejak sekarang, bukan mustahil anak cucu kita kelak hanya mengenal budaya daerah sekadar dari cerita lisan, tanpa pernah merasakan praktik langsungnya,” ujar salah satu pemerhati budaya di Kota Padangsidimpuan.

Kritik tajam juga tertuju pada minimnya penyelenggaraan festival budaya, pelatihan seni tradisional, serta integrasi nilai budaya dalam kurikulum atau edukasi di sekolah.

Baca juga:  Waspadai Modus Narkoba Berkedok Rokok Elektrik, JMSI Tabagsel Desak 5 Polres Perketat Pengawasan Vape

Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk lebih serius menempatkan pelestarian budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah, bukan sekadar agenda pelengkap.

Padangsidimpuan sejatinya dikenal sebagai benteng kekayaan budaya Angkola, mulai dari tarian, musik gondang, tortor, hingga kearifan lokal dan bahasa daerah yang menjadi identitas Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Dila Rian Batari Harahap gelar Tongku Raja Parlaungan menegaskan esensi mendasar dari menjaga warisan ini.

Baca juga:  Longsor Tapanuli Selatan: Separuh Badan Jalan Amblas, Lintas Sipirok-Tarutung Lumpuh

“Budaya adalah identitas kita yang sesungguhnya. Jika adat dan budaya sendiri tak lagi dikenal oleh generasi penerus, maka secara perlahan kita sedang kehilangan jati diri sebagai sebuah bangsa dan masyarakat,” tegasnya.

Harapan masyarakat sederhana namun mendesak, yakni butuh perhatian nyata agar warisan leluhur tidak tergerus zaman dan tetap terjaga keabadiannya. (SN13)

Berita Terkait

Keluhan dan Harapan, Begini Kondisi Terkini Jalur Batu Jomba, Pengemudi Diminta Waspada

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Kondisi ruas jalan nasional Batu...

Dua Karyawan PT PHI Ditahan Polres Palas, Dugaan Penggelapan Rugikan Perusahaan Rp3,1 Miliar

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres...

Kasus Siswi SD Tewas di Madina Masih Tanda Tanya, Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Kepolisian

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Peristiwa tragis berupa penemuan seorang siswi...

Cegah Sejak Dini, Satresnarkoba Polres Tapsel Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Santri

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius...

Kominfo dan Pemko Padangsidimpuan Matangkan Persiapan Peringatan Maulid Nabi di Aula UIN

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Dinas Komunikasi...

Berita Terbaru