2nd Miracle in Cell No. 7 Karya Falcon Pictures Diremake Filipina, Tayang di MMFF 2026

Medan, SUMUTNEWS.CO – Film 2nd Miracle in Cell No. 7 karya rumah produksi Falcon Pictures mencatat sejarah baru bagi perfilman Indonesia di kancah internasional. Film tersebut secara resmi mendapatkan hak adaptasi atau remake dari rumah produksi asal Filipina, Viva Communications.

 

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi perfilman Indonesia karena untuk pertama kalinya film Indonesia mendapatkan adaptasi resmi dari studio asal Filipina.

 

Film 2nd Miracle in Cell No. 7 versi Filipina saat ini tengah memasuki tahap produksi. Film tersebut dijadwalkan tayang perdana di bioskop Filipina pada 25 Desember 2026 dan menjadi salah satu film yang berpartisipasi dalam ajang Metro Manila Film Festival (MMFF) 2026.

 

2nd Miracle in Cell No. 7 Berawal dari Film Korea

Waralaba Miracle in Cell No. 7 pertama kali dikenal melalui film Korea Selatan yang dirilis pada 2013.

 

Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan sejumlah versi adaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Filipina.

 

Namun, Falcon Pictures mengambil langkah berbeda dengan menghadirkan sekuel original Indonesia berjudul 2nd Miracle in Cell No. 7.

 

Film tersebut melanjutkan kisah drama keluarga yang emosional dengan menghadirkan cerita baru yang sebelumnya belum dieksplorasi oleh kreator film aslinya di Korea Selatan.

 

Cerita original yang dikembangkan Falcon Pictures itu kemudian menarik perhatian Viva Communications hingga akhirnya diadaptasi kembali untuk penonton Filipina.

 

Falcon Pictures Bangga Film Indonesia Diadaptasi Filipina

Produser Falcon Pictures, Frederica, mengaku bangga atas pencapaian 2nd Miracle in Cell No. 7 yang kini mendapatkan kesempatan untuk dibuat ulang di Filipina.

 

Menurutnya, keputusan Falcon Pictures memproduksi sekuel original tersebut merupakan langkah kreatif untuk memperluas semesta cerita Miracle in Cell No. 7 melalui perspektif Indonesia.

 

“Saat kami memutuskan memproduksi 2nd Miracle in Cell No. 7, kami mengambil langkah kreatif yang berani untuk memperluas semesta cerita ini lewat sudut pandang original Indonesia. Melihat sekuel buatan kami kini disambut dan dibuat ulang oleh Filipina adalah kehormatan besar,” ujar Frederica.

 

Ia menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa cerita lokal Indonesia memiliki daya tarik yang dapat diterima oleh penonton di berbagai negara.

 

“Ini bukti bahwa cerita emosional buatan lokal memiliki daya tarik universal yang melampaui batas negara,” lanjutnya.

 

Viva Communications Antusias Hadirkan Remake di Filipina

CEO Viva Communications, Vincent Del Rosario, juga menyambut antusias proyek remake 2nd Miracle in Cell No. 7.

 

Ia berharap film tersebut dapat menarik perhatian masyarakat Filipina sekaligus kembali mendorong minat penonton untuk menikmati film di bioskop selama periode liburan akhir tahun.

 

“Dengan 2nd Miracle in Cell No. 7, Viva terus melanjutkan tradisi dalam menghadirkan sinema berkualitas yang menyentuh hati berbagai generasi dan menyatukan keluarga di bioskop,” kata Vincent.

 

Menurutnya, keikutsertaan film tersebut dalam MMFF 2026 sekaligus mempertegas komitmen Viva Communications dalam menghadirkan pengalaman menonton film di layar lebar.

 

Pemilik Lisensi Asli Apresiasi Adaptasi Indonesia

Apresiasi terhadap proyek remake ini juga datang dari Next Entertainment World dan Contents Panda, selaku pemilik lisensi asli Miracle in Cell No. 7 dari Korea Selatan.

 

Presiden Contents Panda, Danny Lee, mengatakan waralaba Miracle in Cell No. 7 kini telah berkembang menjadi cerita yang terus bertransformasi di kawasan Asia Tenggara.

 

“‘Miracle in Cell No. 7’ telah berkembang dari sekadar adaptasi menjadi cerita bersama yang terus bertransformasi di Asia Tenggara. Kami bangga melihat babak cerita dari Indonesia kini menjadi inspirasi bagi Filipina,” ujar Danny Lee.

 

Remake 2nd Miracle in Cell No. 7 di Filipina menjadi pencapaian baru bagi Falcon Pictures sekaligus menunjukkan semakin terbukanya peluang film Indonesia untuk mendapatkan perhatian dan diadaptasi oleh industri perfilman negara lain.

Pos terkait