Demo Ricuh 27 Agustus di Jakarta: Polisi Tangkap 322 Orang, 45 Jadi Tersangka, 1 Orang Tewas

Jakarta, SUMUTNEWS.CO — Kericuhan meledak usai demonstrasi di kawasan Gedung MPR/DPR, Senayan, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan total 322 orang guna menghentikan gelombang vandalisme, perusakan fasilitas umum serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

 

Dari seluruh yang diamankan, rincian kelompok usia: 162 orang berusia 19–40 tahun, sedangkan 160 orang lainnya adalah anak‑anak berusia 12 sampai 18 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi hal tersebut saat jumpa pers Jumat, 28 Agustus 2026.

 

“Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 322 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Kombes Budi.

Baca juga:  Mahfud MD Soroti Putusan MA Soal Suket Gibran, Minta Dugaan Pidana Diusut Tuntas

 

Petugas juga menyita beragam barang berbahaya yang dibawa peserta: golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, hingga empat batang tongkat bambu.

 

Enam Kelompok Kasus & 45 Orang Ditetapkan Tersangka

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan penyidik membagi penanganan ke enam klaster kasus, serta menetapkan 45 orang sebagai tersangka:

  • Anak‑anak di bawah umur: 153 orang — penanganan dialihkan ke Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak
  • Pelaku perusuhan: sebanyak 91 orang
  • Perusakan fasilitas umum & penganiayaan: diperiksa sebanyak 71 orang
  • Pembawa senjata tajam: terungkap 3 orang
  • Penggerak & pembiaya kerusuhan
Baca juga:  Hari ini Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Salah Satunya Perusahaan Asing

Perekrut massa diduga sengaja mengumpulkan orang supaya kejadian makin memanas

 

“Modus operandi tersangka meliputi perusakan fasilitas umum serta tindakan penganiayaan, baik terhadap orang maupun harta benda,” tegas Kombes Iman.

 

Satu Korban Meninggal Dunia & Penolakan Autopsi

Pihak kepolisian juga memastikan satu orang meninggal dunia dalam rentetan kejadian itu. Jasad sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dicatat identitasnya dan persiapan visum. Namun keluarga korban menolak dilakukan pemeriksaan bedah jenazah, sehingga penyebab pasti kematian belum bisa diketahui.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan DPRD hingga 2031 ditolak MK, Saldi Isra: Gugatan Terlalu Dini

 

“Kami tetap memohon izin autopsi supaya jelas penyebabnya, namun ditolak keluarga. Kami pun turut berduka cita, meski demikian penyidik belum bisa melengkapi data lengkap,” tambah Budi Hermanto. Polisi masih berupaya membuka seluruh fakta kejadian ini.

Berita Terkait

Apresiasi Penunjukan Kapolri Baru, HMI Sumut: Ada 3 Keistimewaan

SUMUTNEWS.CO - Medan | Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit...

Praktisi Hukum: Jangan Gegabah Teriak Hoax, Segera Keluarkan Naskah Omnibus Law yang Disahkan

SUMUTNEWS.CO - Medan | Belakangan ini muncul isu penangkapan...

Jokowi dan Mahfud MD Terinfeksi Covid-19, Andi Arif: Semalam Saya Mimpi

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai...

Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Jadi Tersangka

SUMUTNEWS.CO - Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan...

Ade Jona: Gibran Pantas Jadi Representasi Anak Muda Saat Ini

MEDAN, SUMUTNEWS.CO - Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara, Ade...

Berita Terbaru