Kenapa Hari Jumat Sangat Istimewa dan Apa yang Terjadi pada Hari Jumat? Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis Sahih

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran

Dalam ajaran Islam, waktu tidak berjalan secara datar tanpa makna. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih dan mengutamakan sebagian waktu di atas sebagian lainnya. Di antara tujuh hari dalam sepekan, hari Jumat memegang kedudukan paling agung dan dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin para hari.

Bacaan Lainnya

Keistimewaan hari Jumat bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis-hadis shahih.

Keistimewaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Diabadikan dalam Al-Qur’an

Keagungan hari Jumat terlihat dari bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan nama hari ini menjadi salah satu nama surah dalam Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Jumu’ah. Allah memerintahkan umat Islam untuk meninggalkan sejenak aktivitas dunia ketika panggilan salat Jumat berkumandang:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Hari Terbaik yang Disinari Matahari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan keutamaan hari Jumat dalam sebuah hadis shahih:

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat…” (HR. Muslim no. 854)

Hari Raya Pekan Umat Islam

Hari Jumat merupakan hari berkumpulnya kaum muslimin untuk beribadah dan mempererat silaturahmi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah untuk kaum muslimin.” (HR. Ibn Majah no. 1098, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdoa

Di hari Jumat, ada satu waktu istimewa di mana doa seorang hamba berpeluang besar untuk dikabulkan oleh Allah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Di dalamnya terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim yang mendapati waktu tersebut dalam keadaan salat dan memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852)

Para ulama (seperti Ibnul Qayyim) menjelaskan bahwa waktu yang paling kuat berdasarkan riwayat hadis berada pada setelah salat Asar hingga terbenamnya matahari.

Peristiwa Besar yang Terjadi pada Hari Jumat

Mengapa hari Jumat begitu penting dalam sejarah penciptaan kosmik dan alam semesta? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merincikan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dan akan terjadi pada hari Jumat dalam satu hadis kunci:

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu dia dikeluarkan darinya, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim no. 854)

Berdasarkan hadis shahih di atas dan riwayat pendukung lainnya, berikut adalah lima peristiwa utama yang terikat dengan hari Jumat:

Penciptaan Nabi Adam ‘Alaihissalam | Manusia pertama ciptaan Allah dibentuk dan ditiupkan ruh pada hari Jumat.

Dimasukkannya Adam ke Surga, Nabi Adam mulai menikmati kediaman pertamanya di dalam surga pada hari Jumat.

Turunnya Adam ke Bumi , Peristiwa dikeluarkannya Nabi Adam dari surga untuk menjalankan peran sebagai khalifah di bumi terjadi pada hari Jumat.

Diterimanya Tobat Nabi Adam, Dalam riwayat Abu Dawud, hari Jumat juga menjadi hari di mana Allah menerima tobat Nabi Adam.

Terjadinya Hari Kiamat (Yaumul Qiyamah), Kehancuran alam semesta dan mulainya tatanan akhirat telah ditetapkan Allah terjadi pada hari Jumat.

Amalan-Amalan Utama di Hari Jumat

Mengingat betapa agungnya hari Jumat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan beberapa amalan sunah yang berbobot pahala besar:

Membaca Surah Al-Kahfi: Dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim).

Memperbanyak Shalawat : Pahala shalawat pada hari Jumat akan disampaikan langsung kepada Nabi (HR. Abu Dawud no. 1047).

Mandi dan Bersih-Bersih : Mandi Jumat, memakai minyak wangi, dan mengenakan pakaian terbaik sebelum berangkat ke masjid (HR. Bukhari no. 883).

Melaksanakan Salat Jumat : Khusus bagi laki-laki muslim yang memenuhi syarat.

Memperbanyak Doa : Memanfaatkan waktu-waktu menjelang Magrib untuk memohon kepada Allah.

Kesimpulan
Hari Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan nilai sejarah, hukum ibadah, dan takdir besar alam semesta. Dari penciptaan Nabi Adam hingga datangnya hari kiamat kelak, seluruhnya berporos pada hari yang mulia ini.

Momen hari Jumat semestinya dimanfaatkan oleh setiap muslim untuk menata kembali niat, memperbanyak amalan saleh, dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Wallahu a’lam bish-shawab

​“Dan Allah Maha Mengetahui apa yang benar (kebenaran yang sejati)”

Pos terkait