Hasil Panen Puluhan Ton Setiap Minggu, Jalan Produksi di Madina Rusak, Petani Perbaiki Secara Swadaya

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Potensi pertanian dan perkebunan di Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sangat melimpah, menghasilkan puluhan ton komoditas setiap minggunya.

Namun, akses jalan penghubung yang rusak dan sulit dilalui justru menjadi penghambat utama. Warga terpaksa memperbaikinya secara swadaya setiap Jumat karena belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Puncak Sorik Marapi dengan Kecamatan Tambangan menjadi urat nadi pengangkutan hasil bumi.

Baca juga:  Madina Perkuat Sektor Pertanian, Enam Brigade Pangan Terima 34 Unit Alsintan dari Kementan

Kondisinya yang tidak memadai tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan biaya angkut serta menyulitkan petani mengirim hasil panen ke pasar tepat waktu.

Tokoh masyarakat setempat, Darmin Pulungan, menyampaikan data produksi per minggu pada Jumat (11/9/2026), kalau cabai sekitar 1 ton, kol 5 ton, bawang prei 200 kilogram, aneka sayuran 500 kilogram, gula aren 1 ton, tomat 1 ton, alpukat 1 ton, kopi 1 ton, serta bawang merah sekitar 500 kilogram. Komoditas yang beragam ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar warga desa.

Baca juga:  Sore ini BMKG Rilis Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Tapsel dan Madina

Kendati hasil melimpah, akses pasar masih terhambat. Jalan sepanjang sekitar 3 kilometer yang melintasi kawasan perkebunan warga belum tersentuh perbaikan menyeluruh.

Karena itu, warga secara sukarela menyisihkan dana dan tenaga untuk memperbaiki jalur tersebut setiap hari Jumat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina segera turun tangan menangani akses jalan tersebut.

Perbaikan dinilai krusial bukan hanya untuk kelancaran mobilitas, melainkan agar hasil panen yang melimpah dapat dinikmati nilainya secara optimal oleh petani, tanpa tergerus biaya angkut yang tinggi maupun risiko kerusakan barang saat diangkut.

Baca juga:  Lahan Sitaan Satgas PKH Beralih Jadi Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin? Warga Laporkan Dugaan Pungutan

“Hasil tani sudah melimpah, tetapi jika akses menuju pasar masih sulit, petani tetap menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya,” ujar Darmin. (SN11)

 

Berita Terkait

Cegah TBC & Kabut Asap, Dinkes Madina Perkuat Deteksi Dini Hingga ke Desa-Desa

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal...

Dukung Bandara JHN, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Gunakan Rute Penerbangan Lokal

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika...

Lubuk Larangan Warisan Budaya Terancam, Bupati Saipullah: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Ini

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina)...

Jalan Menuju Aek Bilah Dibenahi, Akses Desa Biru Kian Lancar

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur...

Ketika Tulisan Leluhur Mulai Diam: Aksara Tulak-Tulak Batak di Tabagsel Terancam Tinggal Nama

SUMUTNEWS.CO, Tabagsel – Ada warisan leluhur yang tidak hilang...

Berita Terbaru