Lubuk Larangan Warisan Budaya Terancam, Bupati Saipullah: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Ini

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) merencanakan pembangunan bendung untuk memastikan pasokan air terpenuhi di Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, demi menyelamatkan ikan-ikan yang ada.

Hal tersebut disampaikan Bupati H. Saipullah Nasution saat meninjau lubuk larangan tersebut sebagai respons atas matinya ratusan ikan sejak Rabu pekan lalu. Sampai hari ini, tak kurang dari 700 ekor ikan jurung mati yang salah satu penyebabnya ditengarai akibat berkurangnya debit air.

“Ke depan, Pemkab Madina berencana melakukan upaya penanganan jangka menengah dengan membuat bronjong atau bendung agar debit air di lokasi lubuk larangan lebih banyak dan ekosistem kembali normal,” kata Saipullah di Tambangan Jae pada Minggu, 20 September 2026.

Baca juga:  Ribuan Warga Paluta dan Palas Adukan Sengketa Lahan Sawit 47.000 Hektare ke DPR RI dan Komnas HAM

Sebagai langkah lanjutan dari peninjauan ini, lanjut Bupati Saipullah, Dinas Perikanan akan mengambil sampel air dan ikan guna pengecekan lebih lanjut di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti matinya ratusan ikan di lokasi yang menjadi salah satu wisata itu.

Saipullah menerangkan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, asumsi sementara penyebab kematian ratusan ikan itu ada beberapa faktor. Antara lain, debit air yang semakin kecil. “Kondisi sungai yang dangkal dikhawatirkan mengganggu kehidupan ikan dan pertumbuhan lumut yang tidak normal, lumut merupakan salah satu pakan alamiah ikan,” sebut dia.

Faktor berikutnya adalah beberapa saluran pembuangan limbah keluarga dan musala yang langsung mengalir ke sungai. “Faktor ini juga akan kami dalami,” ujar Saipullah.

Baca juga:  Sumpah Pemuda ke-98, JMSI Tabagsel Siap Berkontribusi Bangun Daerah

Sebagai penanganan sementara, Dinas Perikanan telah mengambil langkah teknis berupa pemberian obat guna mencegah bertambahnya ikan yang mati.

Di sisi lain, bupati mengungkapkan kedatangannya ke lokasi sebagai respons atas berita yang disampaikan sejumlah pewarta kepada dirinya. Mendapatkan informasi itu, Saipullah langsung bertolak ke lokasi usai kembali dari dinas luar daerah.

“Begitu dapat laporan dari wartawan, saya langsung ke sini bersama OPD, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Kami ingin mengetahui penyebab pasti kematian ikan-ikan ini,” tambah dia.

Mengingat pendapatan dari lubuk larangan ini diserahkan kepada anak yatim setempat, Bupati Saipullah memastikan Pemkab Madina melalui Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab akan memberikan bantuan apabila kondisi tersebut menyebabkan jumlah yang diterima anak yatim berkurang.

Baca juga:  Bupati Madina Sampaikan Fondasi Utama Kepemimpinan Organisasi Kemahasiswaan

Bupati berharap penyebab kematian ratusan ikan jurung ini bisa segera diketahui agar pencegahan bisa dilakukan secepatnya. “Lubuk larangan ini adalah kekayaan budaya Mandailing di kawasan Tambangan yang telah menjadi tempat wisata. Kami harap kondisi ini bisa teratasi dan lubuk larangan bisa kembali normal,” tutup Saipullah. (SN11)

Berita Terkait

Pemkab Paluta Genjot Penataan Batas Desa, Perkuat Kepastian Wilayah Administrasi

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Pemerintah Kabupaten Padang Lawas...

Kendaraan Dinas Dipakai Angkut LPG, Diskominfo Madina Tarik Aset dan Janji Telusuri Pelakunya

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)...

Polres Padangsidimpuan Ungkap Pencurian, Pelaku Diburu Hingga Riau

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padangsidimpuan...

Tambang Emas Martabe Batang Toru Masih Proses Pemulihan, Pengelolaan Lingkungan & Konservasi Jadi Sorotan

SUMUTNEWS.CO,  Tapanuli Selatan — Aktivitas Tambang Emas Martabe yang...

Perkuat Silaturahmi, Wakapolres Tapsel Kukuhkan Pengurus Baru PP Polri Cabang Tapanuli Selatan

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Wakapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Kompol Muslim...

Berita Terbaru