SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus memperkuat upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan penelusuran kasus TBC terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di berbagai wilayah, termasuk di UPTD Puskesmas Pakantan, Kabupaten Madina.
Kegiatan pemeriksaan dipusatkan di Aula Kantor Camat Pakantan dan sejumlah desa di wilayah tersebut.
Selain mendeteksi potensi penularan TBC sejak dini, pemerintah kecamatan bersama jajaran pemerintah desa juga membagikan masker bantuan BPBD Madina sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.
Camat Pakantan, Armada, mengimbau masyarakat agar disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan,” pesannya baru-baru ini.
Kepala Dinas Kesehatan Madina, drg. Muhammad Firdausi Batubara, menegaskan pentingnya membawa layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat.
“Kami mendorong penguatan pelayanan melalui Posyandu dan Pelayanan Kesehatan Bergerak agar warga di wilayah terpencil pun mudah mengakses pemeriksaan,” ujarnya.
Pada Agustus 2026 lalu, program penelusuran kasus TBC terintegrasi dengan CKG telah dilaksanakan di 136 lokasi se-Kabupaten Madina. Deteksi dini ini harus diikuti pemeriksaan lanjutan dan pengobatan teratur agar penanganan TBC berjalan optimal.
Masyarakat diimbau agar menggunakan masker saat udara berasap, mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dan segera ke Puskesmas jika mengalami batuk berkepanjangan, demam, atau sesak napas.
Pemerintah daerah juga diminta terus memastikan ketersediaan obat dan sarana pemeriksaan di Puskesmas, khususnya wilayah yang jauh dari pusat kabupaten.
Kegiatan ini terus berlangsung hingga saat ini, dan data terbaru masih memerlukan konfirmasi resmi dari Dinas Kesehatan Pemkab Madina. (SN12)