SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut Medan merupakan kota yang heterogen karena terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Dia menilai perbedaan itu justru menjadi kekuatan Kota Medan.
“Medan untuk Semua, semua untuk Medan. Siapa pun warga Medan, karena setiap orang penting, setiap satu manusia itu penting,” kata Rico Waas saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara di Hotel Selecta Medan, Sabtu (24/10/2026).
Rico Waas mengatakan, perbedaan tidak seharusnya menciptakan sekat dalam kehidupan masyarakat. Jika dimaknai dengan baik, keberagaman justru menghadirkan keharmonisan dan keindahan.
Ia mengibaratkan Kota Medan sebagai taman yang ditumbuhi beragam bunga dengan warna berbeda. Taman yang hanya memiliki satu jenis bunga mungkin terlihat baik, tetapi perpaduan berbagai warna menghadirkan keindahan tersendiri.
“Karena ada perbedaan tersebut, kita kaya akan kebudayaan. Kita bisa saling mengerti,” ujarnya.
Keberagaman, lanjutnya, menjadi salah satu kekhasan Medan yang patut dibanggakan. Selain suku Batak, Karo, Jawa, Minang, Nias, Aceh, dan Tionghoa, Kota Medan juga memiliki masyarakat Tamil dengan sejarah panjang yang turut membentuk identitas kota.
“Berbahagialah kita yang memiliki perbedaan ini. Marilah kita merayakan perbedaan ini. Marilah perbedaan itu menyatukan kita dan saling menghormati satu dengan yang lain,” katanya.
Rico Waas menjelaskan, semangat keberagaman itu menjadi landasan slogan “Medan untuk Semua”. Pemerintah Kota Medan, katanya, ingin memastikan seluruh warga memperoleh hak dan kesempatan yang setara, baik dalam menjalankan ibadah, bekerja, bersosialisasi, maupun mengakses pelayanan administrasi pemerintahan. (SN01)