SumutNews.co, Jakarta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuding Amerika Serikat telah melecehkan diplomasi. Tudingan keras ini dilontarkan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad baru-baru ini.
Pernyataan kontroversial Trump tersebut disampaikan saat ia menggelar kampanye di Mississippi pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam pidatonya, Trump secara terbuka meremehkan kesepakatan diplomatik tersebut.
“Kami sempat melakukan sedikit gencatan senjata, yang tidak pernah terlalu saya sukai. Saya menganggapnya agak membuang-buang waktu,” ujar Trump. Ia kemudian menambahkan, “Anda tahu, kami ingin bersikap baik, tetapi menurut saya itu hanya membuang-buang waktu.”
Merespons hal tersebut, melansir sumber dari akun resminya di platform X pada hari ini 28/10/2026, Baghaei menyoroti pengakuan Trump yang menyebut bahwa ia tidak pernah memercayai kesepakatan itu sejak awal. Menurut Baghaei, pernyataan itu secara gamblang menelanjangi kekosongan komitmen diplomatik Washington.
Berdasarkan rentetan cuitannya di platform X tersebut, Baghaei menuduh Amerika Serikat telah berkali-kali melanggar janjinya. Washington, kata dia, memperlakukan berbagai kewajiban internasional layaknya barang sekali pakai yang bisa dibuang kapan pun dirasa tidak lagi menguntungkan.
Lebih lanjut, diplomat senior Iran itu juga menggunakan platform media sosial tersebut untuk mengkritik sikap negara-negara Eropa dan sejumlah pihak lainnya. Ia menilai mereka terus berupaya menjadi tameng untuk melindungi Washington dari tuntutan pertanggungjawaban.
“Pelanggaran komitmen tidak bisa dibenarkan, hukum internasional tidak bisa diterapkan secara tebang pilih, dan narasi politik apa pun tidak akan mampu membebaskan Washington dari pertanggungjawabannya,” cuit Baghaei, seperti dikutip dari platform X. ( SN17)