KNPI Sumut Nilai Banyak Kejanggalan Persoalan Minyak Goreng

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan menilai ada banyak kejanggalan terkait masalah minyak goreng. Dia berkeyakinan banyak yang bisa menjadi pintu masuk melacak kartel minyak goreng di Sumut.

“Saya yakin KPPU sudah punya pintu-pintu itu. Tinggal kami menanti kerja KPPU agar bisa menjerat kartel ini ke persidangan,” katanya di Medan Jumat 8 April 2022.

Hal itu ditegaskan Samsir Pohan saat menjadi pembicara dalam Talk Show bertajuk “Silang Sengkarut Migor, KPPU Di Mana?” di Gedung Peradilan Semu Universitas Sumatera Utara.

Mantan Ketum Badko HMI Sumut itu menegaskan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok rakyat. Maka diimbau kepada pemerintah dan produsen serta distributor untuk tidak menghambat dan mendzalimi hak rakyat.

Baca juga:  Pemprovsu-AS Perkuat Kemitraan Strategis, Buka Peluang Investasi Baru

“Yang mendzalimi rakyat akan berhadapan dengan pemuda dan mahasiswa. Kami mendesak kasus kartel migor ini diungkap,” tegas Samsir.

Samsir mengaku heran dengan alasan produsen PT SIMP yang menyimpan stok 1,7 juta liter migor di gudang dengan alasan untuk kebutuhan masak mie yang diproduksi mereka sendiri.

“Kalau SIMP mau pakai sendiri, kenapa mesti dikemas cantik dan rapi buang-buang waktu dan biaya. Kan minyak itu mereka yang produksi. Ini gak masuk akal. Kami juga heran kenapa Polda kemarin bilang ini bukan penimbunan,” ujar Samsir.

Samsir mengulangi bahwa migor adalah kebutuhan pokok rakyat. Apalagi di masa packlik pandemi yang berdampak pada peluang kerja.

Baca juga:  Inilah Deretan Napi Lapas Cibinong yang Disebut MAKI: Ada Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis

“Anak-anak muda kehilangan pekerjaan beralih jadi pelaku UMKM makanan seperti mie balap dan kebab serta kue gorengan. Usaha ini membutuhkan minyak goreng, bukan direbus pakai air,” kata Samsir.

Untuk itu, publik menanti buah kerja KPPU menjerat kartel minyak goreng ke persidangan.

“Kami juga mendorong agar kewenangan KPPU ini diperkuat sama seperti KPK misalnya. Kami agak kecewa saat Satgas Pangan Medan konferensi pers, ada Kakanwil I KPPU di situ. Di konpress itu Satgas Pangan bilang bahwa temuan tumpukan migor di gudang milik Musim Mas bukan penimbunan. Kok kesannya KPPU manut aja dengan konpress itu,” tukas Samsir.

Narsum lainnya, Syafrizal Helmi Situmorang menyinggung Menteri Perdagangan M Luthfi terkait tersangka mafia minyak goreng.

Baca juga:  Kasus Dugaan Penggelapan Rp25,2 Miliar Diana Pungky Masih Diselidiki Polda Metro Jaya

“Katanya Senin mau diungkap, tapi udah berapa kali senin, gak juga terungkap siapa tersangkanya. Ini mengindikasikan minyak goreng ini berkaitan dengan orang-orang hebat,” kata mantan Presma USU tersebut.

Sementara itu, Kakanwil I KPPU Ridho Pamungkas menegaskan pihaknya sudah mengantongi satu alat bukti untuk menjerat kartel migor ke persidangan.

“Kita pastikan kita terus melacak dan menelusuri. Kami butuh dukungan dan kolaborasi dari semua pihak khususnya pemuda dan mahasiswa,” kata Ridho. (SN01)

Berita Terbaru

DPRD Tapsel dan Pemkab Sepakat, Ranperda P-APBD 2026 Disetujui

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab...

Infrastruktur Tabagsel di Tengah Sorotan, Antara Harapan Baru dan Tantangan Pembenahan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Pembangunan infrastruktur di kawasan Tapanuli Bagian...

Pakistan Berjanji Bela Arab Saudi dari Serangan Houthi Pakai ‘Segala Cara’

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Pakistan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan...

Bupati Deli Serdang Terima Penghargaan Bappenas, Raih Terbaik 2 Nasional Kategori Kabupaten

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyerahkan...

Capaian UMK-K Masih di Bawah Target, Pemda di Sumut Didorong Genjot Belanja Produk Lokal

SUMUTNEWS.CO, Medan — Realisasi partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi...

Berita Terkait