SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan – Masa pensiun bukan titik akhir produktivitas, melainkan babak baru yang harus disiapkan dengan matang. Pesan tegas ini disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, saat membuka sosialisasi produk perbankan di Aula Sarasi Kantor Bupati, Sipirok, Jumat (28/8/2026).
Ia mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan program Kredit Mapan PT Bank Sumut untuk membangun masa depan yang mandiri.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi kuat antara pemerintah daerah dan bank milik daerah guna mendukung kesejahteraan pegawai sebelum memasuki masa purnabakti.
Dalam arahannya, Wakil Bupati (Wabup) Jafar menegaskan pandangan yang mengubah cara pandang tentang masa pensiun. Ia mengingatkan agar ASN tidak merasa tidak berguna setelah berhenti bekerja.
“Jangan anggap pensiun sebagai masa menjadi ‘laskar’ yang tak berguna. Kita harus mengelola masa ini dengan baik. Harapan kami, saat pensiun kehidupan Bapak-Ibu justru semakin baik, punya usaha mandiri dan tidak kesulitan ekonomi,” ujar Wabup Jafar.
Program Kredit Multi Guna (KMG) Mapan dinilai menjadi solusi tepat. Namun, Jafar berpesan agar dana ini tidak hanya dipakai untuk konsumsi sesaat.
“Gunakan untuk hal yang produktif, yaitu dengan membuka kedai, mengembangkan kebun atau pertanian, agar terus berputar menjadi penghasilan,” tambahnya.
Kehadiran Bank Sumut di mata Jafar bukan sekadar mitra bisnis, melainkan bagian dari sejarah keluarga dan daerah. Ia mengungkapkan kebanggaannya yang mendalam.
“Kalau diambil darah saya, kental darah Bank Sumut. Almarhum ayah saya pun pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sumut. Tentu saya sangat mendukung program yang bermanfaat bagi masyarakat Tapsel,” ungkapnya hangat.
Ia juga berharap sosialisasi tidak berhenti pada penawaran produk, tapi dibarengi edukasi perencanaan keuangan. “Bank Sumut harus ajarkan: uangnya dipakai untuk apa? Bagaimana mengembangkannya agar tak menambah beban utang?” tegasnya lagi.
Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut, Faisal Panggabean, menjelaskan keunggulan produk ini yang dirancang khusus bagi ASN maksimal dua tahun sebelum pensiun.
“KMG Mapan THT memudahkan persiapan sejak dini. Suku bunga kompetitif 8,7% per tahun, jangka waktu hingga 24 bulan,” jelas Faisal.
Mekanismenya menguntungkan, yakni selama masa berjalan hanya membayar bunga, pokok pinjaman dibayarkan saat peserta menerima dana Tabungan Hari Tua (THT). Plafon yang diberikan bisa mencapai 70% dari estimasi manfaat THT.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Sipirok, Hendra Halomoan Lubis, merinci kemudahan lain, di antaranya bebas biaya administrasi, asuransi, serta variasi produk mulai dari KMG Reguler, Smart Credit, hingga Kredit Prapensiun.
Faisal juga mengingatkan ASN agar teliti. “Hati-hati tawaran keuntungan tak masuk akal. Pastikan legalitas sebelum menanamkan uang,” imbaunya.
Acara berjalan meriah, ditutup dengan sesi tanya jawab berhadiah dan undian berhadiah menarik berupa peralatan elektronik.
Kegiatan ini dihadiri Asisten III, Kepala Dinas Pendidikan, serta ratusan ASN yang antusias menyambut program kemudahan dan edukasi keuangan ini. (PN/r)





