SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu membuka kegiatan Edukasi Keuangan dalam rangka Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di SMP Negeri 2 Batangtoru, Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” itu digelar untuk mendorong budaya menabung di kalangan pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel).
Gus Irawan yang menyampaikan arahan secara daring dari Jakarta mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bank Sumut, serta pihak sekolah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Menabung hari ini adalah sesuatu yang kita lakukan untuk merencanakan masa depan,” kata Gus Irawan.
Ia meminta keberhasilan program itu tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang dibuka, melainkan juga dari keberlanjutan kebiasaan menabung para pelajar.
Menurutnya, nominal tabungan bukan menjadi ukuran utama, melainkan konsistensi menabung sejak dini.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapel Jafar Syahbuddin Ritonga dalam laporannya menyampaikan bahwa program KEJAR merupakan implementasi dari Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.
Ia menyebut, Pemkab Tapsel telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 100.3.4.2 Tahun 2026 tanggal 17 Juli 2026 untuk mempercepat pelaksanaan program Satu Rekening Satu Pelajar di daerah itu.
Jafar mengajak para pelajar membiasakan diri menabung dengan mengingat nasihat orang tua, yakni “hemat pangkal kaya” dan “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.
Kepala Bank Sumut Cabang Sipirok Ade Irma Hakim Nasution mengatakan, Hari Indonesia Menabung tidak hanya berbicara soal uang, tetapi juga menyangkut budaya, gaya hidup, dan investasi masa depan.
Ia menyebutkan, jumlah rekening Tabungan Simpel di Tapanuli Selatan meningkat dari 4.880 rekening pada 2025 menjadi 5.905 rekening hingga akhir Juni 2026, atau bertambah 1.105 rekening baru.
Dari sisi simpanan, saldo Tabungan Simpel juga naik dari sekitar Rp354 juta pada 2025 menjadi Rp524.924.875 pada 2026, atau meningkat hampir 50 persen.
“Tidak ada perubahan besar tanpa perubahan kecil. Selalu diawali dengan perubahan-perubahan kecil,” kata Ade Irma.
Dalam kegiatan itu, panitia memberikan penghargaan kepada sekolah dengan pembukaan rekening Tabungan Simpel terbanyak sepanjang 2026. SMP Negeri 2 Batangtoru meraih peringkat pertama, disusul SMP Negeri 2 Arse di peringkat kedua, dan SMP Negeri 1 Sayurmatinggi di peringkat ketiga.
Selain penyerahan penghargaan dan buku Tabungan Simpel kepada pelajar, kegiatan tersebut juga diisi pemaparan materi edukasi keuangan oleh perwakilan OJK Provinsi Sumatera Utara Latifa Putri Radiansyah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Rani Eranica Sembiring, dan Bank Sumut Cabang Sipirok Hendra Halomoan Lubis.
Kepala SMP Negeri 2 Batangtoru Nurhamidah Lubis menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap edukasi tersebut bermanfaat bagi siswa dalam membangun kebiasaan hidup hemat dan menabung sejak dini.
Kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Endeng Ni Endeng, kesenian tradisional masyarakat Mandailing dan Tapanuli Selatan yang memadukan unsur seni burdah Melayu dengan gerakan dasar tor-tor oneng-oneng.
Melalui pelaksanaan HIM 2026, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama OJK, Bank Indonesia, dan Bank Sumut mendorong budaya menabung tumbuh menjadi kebiasaan positif di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang lebih literat dan inklusif secara keuangan. (PN/r)





